Перейти к содержимому

"Suluk" Perjalanan Ritual Hamba Menuju Allah | Ramadhan 1443 H

Darussalam Al-Waliyyah Official

0:00 / 0:00

"Suluk" Perjalanan Ritual Hamba Menuju Allah | Ramadhan 1443 H

2 518 просмотров · 4 г. назад
Darussalam Al-Waliyyah Official
7,49 тыс. подписчиков
2 518 просмотров · 4 г. назад
#sufi #suluk #ramadhan2022 #aceh #dokumentasi Realisasi suluk di Aceh ada 40 hari, 30 hari, 10 hari baik bulan Syakban, Ramadhan, Rabiul Awal dan Zulhijjah. Fenomena ini sangat terasa di Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan. Dayah Darussalam di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu dayah tertua yang masih aktif di Aceh saat ini. Didirikan oleh ulama kharismatik Syekh H Abuya Muhammad Waly Al Khalidi yang tersohor dengan panggilan Syekh H Abuya Muda Waly sekitar tahun 1940. Kegiatan ibadah suluk di Dayah Darussalam telah menjadi rutinitas sejak masa Abuya Muda waly Al-Khalidy hingga saat ini. Kepemimpinan Dayah dan ibadah suluk pascakepergian Abuya Muda Waly dilanjutkan putra Abuya Muda Waly secara bergilir. Tahun ini ibadah suluk di bawah naungan Al-Mursyid Abuya Mawardi WWaly berjalan lancar dan dipenuhi antusias masyarakat dari berbagai daerah di Aceh berdatangan untuk melaksanakan ibadah suluk. Ritual dalam ibadah suluk fokus kepada ibadah baik itu zikir rutin, qadha shalat, shalat sunah, shalat berjamaah dan beragam ibadah lainnya sebagaimana yang telah ditetapkan mursyid yang dibantu para khalifah, munafis juga wakil mursyid. Suluk di Darussalam Labuhan Haji bukan hanya fokus kepada riyadhah batiniah via dzikir suluk, namun juga diajari ilmu syariat yang diajari oleh para guru atau khalifah yang ditunjuk mursyid. Baik siang maupun malam juga ada riyadhah badaniah. Realisasi riyadhah badaniah ini semacam olahraga ringan dengan mengambil pasir atau batu di pesisir laut yang tidak jauh dari Dayah Darussalam. Kegiatan riyadhah badaniyah ini disesuaikan dengan kondisi kebutuhan pembangunan, namun minimal seminggu ada beberapa kali yang dilaksanakan selepas tawajuh dan pengajian subuh. Saat tawajuh, para jamaah menutup semua kepala hingga wajah menggunakan surban. Semua itu dilakukan agar para jamaah benar-benar kusyuk berdzikir dan mengingat Allah, tanpa terganggu pandangan dari luar. Tawajuh merupakan bagian dari implementasi ibadah suluk sebagai ibadah menghadapkan diri dan membulatkan hati lahir batin kepada Allah. Ini dilakukan beberapa kali sehari semalam usai melaksanakan shalat fardhu dan tarawih. Selama suluk di bulan Ramadhan, tawajuh dilakukan sebanyak empat kali di dalam waktu 24 jam, yaitu setelah shalat Subuh, Dzuhur, Ashar dan terakhir usai shalat Tarawih. Jika sudah mengikuti suluk, para jamaah tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan, ada pantangan-pantangan tertentu yang harus diikuti. Begitulah jihad para salik dengan segala aktivitasnya selama bersuluk. Biasanya salik yang baru pertama mengikuti suluk merasa berat menjalaninya. Namun, salik yang sudah terbiasa dengan suluk, seolah-olah mereka ingin selamanya bersuluk sepanjang hayat karena mendapatkan kelezatan berzikir, nikmatnya beribadah dan mesranya dalam bersuluk hingga ketentram jiwa menghampirinya. Sudahkah kita bersuluk? ___________________________________ The Music in this video: The Legend of Narmer by WombatNoisesAudio |   / user-734462061   Creative Commons Attribution 3.0 Unported License https://creativecommons.org/licenses/... Music promoted by https://www.chosic.com/free-music/all/