Перейти к содержимому

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 184 Pak Henry Marah Besar Tahu Sena Diculik

SENADA Sena Davina

0:00 / 0:00

TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 184 Pak Henry Marah Besar Tahu Sena Diculik

26 948 просмотров · 10 часов назад
SENADA Sena Davina
5,69 тыс. подписчиков
26 948 просмотров · 10 часов назад
TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 184 Pak Henry Marah Besar Tahu Sena Diculik – Detik-Detik Mencekam Pengejaran. Lampu kamar yang temaram memantulkan bayangan gelisah di dinding saat jemari Davina gemetar menggenggam ponselnya, mencoba menghubungi Sena berkali-kali namun hanya mendapati nada sambung kosong yang berujung pada keheningan bahwa nomor tersebut tidak aktif. Rasa khawatir yang merayap perlahan berubah menjadi kepanikan hebat, membuatnya mondar-mandir di dalam ruangan sempit itu dengan napas yang mulai memburu. "Kenapa sih nggak aktif, kamu tuh ke mana," gumamnya penuh cemas, sementara dalam hatinya ia terus merapal doa dengan suara bergetar, "Ya Allah lindungi Sena, ya Allah jaga dia." Di tempat lain yang begitu jauh dan gelap, Sena terikat tidak berdaya dalam kondisi sekarat, menahan sakit yang luar biasa di setiap embusan napasnya yang tersengal-sengal sebelum akhirnya bibirnya yang pucat menyebut nama kekasihnya dengan nada yang sangat lemas, "Davina..." Bayangan itu mendadak menyeruak begitu nyata dalam benak Davina, seolah ia bisa merasakan kesakitan itu hingga ia berlari mendekati sosok Sena yang terikat dan sekarat di hadapannya, lalu menggenggam erat tangan yang terkulai lemah itu sambil berkata, "Sena kamu harus kuat ya." Namun seketika itu juga, visual Davina lenyap begitu saja dari hadapan Sena, menyisakan halusinasi menyakitkan akibat kesadaran yang perlahan meredup di ambang maut. Suasana berubah drastis saat Dion tiba-tiba mengangkat ponselnya dan melakukan panggilan kepada Bilal, tanpa menyadari bahwa Davina berdiri tepat di belakangnya dan mendengar setiap kata yang terucap dengan jelas. Dengan nada penuh ketegangan, Dion langsung berkata kepada Bilal, "Ada sesuatu yang buruk yang terjadi sama Sena." Spontan, Bilal langsung membalas dengan rasa kaget yang amat sangat, "Ada apa mas?" Dion pun menjawab dengan suara berat yang menyiratkan teror, "Ada yang nyulik Sena." Di sudut kota yang lain, Pak Hendry tampak berdiri mondar-mandir sambil menempelkan ponsel di telinganya, memancarkan aura kemurkaan yang luar biasa dengan nada tegas dan marah ia membentak, "Siapa yang melakukannya?" Tanpa memberi jeda, Pak Hendry langsung menuntut kepada seorang pria di ujung sambungan, "Saya minta kamu dalam dua jam sudah bisa menemukan dia dan kabari saya." Perintah mutlak itu mengalir ke dalam bayang-bayang tempat orang-orang suruhan Gilang terlihat menjaga Sena yang diculik bersama seorang tua, sementara di tempat terpisah, Reza tampak memandangi sebuah benda kecil penuh selidik sebagai petunjuk penting. Di tengah kejar-kejaran yang memacu adrenalin, suara Iptu Tommy tiba-tiba memecah keheningan dengan nada heran, "Siapa orang-orang ini? Kenapa banyak sekali kaki tangannya?" Tak butuh waktu lama, Iptu Tommy bersama timnya langsung bergerak cepat menyergap dan mengejar para penculik yang sempat memukuli Sena, sebelum akhirnya ia melepaskan tembakan peringatan ke arah atas dan berteriak lantang, "Diam di tempat!" Rangkaian malam yang panjang dan penuh rahasia itu akhirnya membawa langkah kaki Davina menembus dinginnya jeruji besi untuk mengunjungi Dipa Andika yang tengah mendekam di dalam penjara. #terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji