Warga Menangis Bansos Salah Sasaran. BPS: Desil Itu Posisi Relatif! | KASI PAHAM
Kasi Paham NTV
0:00 / 0:00
Warga Menangis Bansos Salah Sasaran. BPS: Desil Itu Posisi Relatif! | KASI PAHAM
14 236 просмотров · 3 нед. назад
Kasi Paham NTV
1,84 тыс. подписчиков
14 236 просмотров · 3 нед. назад
Warga Menangis Bansos Salah Sasaran. BPS: Desil Itu Posisi Relatif! | KASI PAHAM
Merasa masih membutuhkan bantuan, tetapi tiba-tiba masuk desil tinggi dan tak lagi menjadi prioritas bansos? Persoalan data penerima bantuan sosial kembali menjadi sorotan. BPS pun menegaskan: desil bukan label mutlak seseorang kaya atau miskin, melainkan posisi relatif kesejahteraan sebuah keluarga dibanding keluarga lainnya.
Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan untuk mendukung penetapan sasaran berbagai program pemerintah. DTSEN dibangun melalui integrasi sejumlah basis data, termasuk DTKS, P3KE, dan Regsosek, kemudian diperkaya dengan data administrasi serta terus diperbarui.
Di dalam DTSEN terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 mencakup sekitar 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. Namun, BPS menegaskan bahwa desil bukan ukuran absolut kemiskinan, bukan pula angka yang semata-mata ditentukan oleh penghasilan atau kepemilikan satu jenis aset.
Penentuan posisi tersebut mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan, seperti kondisi rumah, sumber air minum, listrik, aset, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga disabilitas, menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT). Karena sifatnya relatif, posisi sebuah keluarga juga dapat berubah ketika kondisi keluarga atau posisi keluarga lain dalam pemeringkatan berubah.
Desil kemudian menjadi salah satu dasar dalam penentuan sasaran program. Pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, desil 1–4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan bantuan sembako, sementara desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Artinya, perubahan data dan posisi desil dapat berpengaruh terhadap apakah sebuah keluarga masuk kelompok sasaran suatu program, meskipun keputusan penerima tetap mengikuti ketentuan masing-masing program.
Persoalan akurasi data bukan sekadar kekhawatiran teoritis. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik terjadi pada seorang warga Kulon Progo bernama Timbul, yang posisi DTSEN-nya berubah dari desil 1 menjadi desil 9. Setelah BPS melakukan pengecekan lapangan, ditemukan bahwa informasi yang tercatat sebelumnya belum mencerminkan kondisi terkini. Setelah data diperbarui dan diproses kembali, posisinya berubah menjadi desil 3.
Kasus tersebut menunjukkan pentingnya pemutakhiran data. BPS mencatat DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta catatan individu dan 95,98 juta catatan keluarga per 10 Juli 2026. Sebelumnya, pemutakhiran DTSEN Volume 2 juga disebut berhasil menurunkan kesalahan inklusi menjadi sekitar 0,06%, sekaligus memperbaiki klasifikasi kesejahteraan pada puluhan ribu keluarga.
Lantas, mengapa masih ada warga yang merasa kondisi hidupnya tidak sesuai dengan desil yang tercatat? Bagaimana BPS menentukan posisi desil? Siapa yang bertanggung jawab memperbarui data? Dan apa yang harus dilakukan masyarakat ketika data tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya?
#Bansos #BansosSalahSasaran #BantuanSosial #BPS #DTSEN #Desil #PKH #BantuanSembako #Kemensos #CekBansos #DataBansos #PenerimaBansos #Bansos2026 #KeluargaPenerimaManfaat #KPM #Kemiskinan #KesejahteraanRakyat #EkonomiRakyat #KasiPaham #KasiPahamNTV #NusantaraTV #NTV #BeritaTerkini #BeritaIndonesia