XIII Tentang Kita Sebelum Menjadi Kenangan
SMK N 1 Sawan
0:00 / 0:00
XIII Tentang Kita Sebelum Menjadi Kenangan
1 080 просмотров · 3 месяца назад
SMK N 1 Sawan
4,07 тыс. подписчиков
1 080 просмотров · 3 месяца назад
#perpisahansekolah #graduation
Yang kami hormati
Bapak/Ibu Guru SMK NEGERI 1 SAWAN
Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun anehnya, tiga tahun ini terasa begitu cepat bagi kami yang sudah terlanjur nyaman berada di sini, di SMKN 1 Sawan.
Tiga tahun lalu kami datang dengan wajah dan perasaan yang berbeda-beda. Ada yang merasa takut, canggung, bahagia karena mendapatkan sekolah dan jurusan yang diinginkan, bahkan ada pula yang sedih karena tidak mendapatkan pilihan yang diharapkan. Namun waktu perlahan mengubah semuanya. Dari yang awalnya asing, menjadi dekat. Dari yang awalnya canggung, menjadi keluarga. Dari sinilah pengalaman dan kenangan mulai terukir di hati kami.
Beribu-ribu terima kasih rasanya tidak cukup untuk kami mengungkapkan betapa bersyukurnya kami memiliki guru seperti kalian. Kami percaya, kepintaran bisa membawa seseorang meraih prestasi. Tapi disisi lain, guru hebatlah yang menuntun banyak jiwa menuju masa depan yang berarti.
Banyak orang yang bilang “People come and go”, orang-orang datang dan pergi. Karena setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada masanya. Masa kita menjadi siswa/i SMK Negeri 1 Sawan dan masa kita untuk memakai seragam putih abu, telah sampai di penghujung cerita.
Tepat pada hari Senin, 25 Mei 2026, menjadi hari yang penuh kebahagiaan sekaligus haru. Hari di mana kami harus berpisah dengan sosok-sosok yang selama ini membimbing kami dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Kalian bukan hanya mengajarkan tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan. Terima kasih atas setiap ilmu, kesabaran, doa, dan kasih sayang yang telah Bapak/Ibu berikan kepada kami. Langkah kami mungkin akan meninggalkan sekolah ini, tetapi hati kami akan selalu menjadi bagian dari sekolah ini. Sayangnya status kami bukan lagi menjadi seorang Siswa/Siswi, namun akan berubah menjadi alumni.
Kami sadar, mungkin pernah ada perkataan dan sikap kami yang melukai hati Bapak/Ibu Guru. Mungkin kami pernah berkata, “Ah, gurunya ngapain aja sih, kok jam kosong terus?,” atau, “Kalau tidak sabar, jangan jadi guru,” dan berbagai ucapan lainnya yang seharusnya tidak pantas kami katakan.
Namun hari ini kami memahami bahwa setiap guru memiliki karakter dan cara mengajar yang berbeda, sama seperti kami yang memiliki sifat dan cara belajar yang tidak sama.
Kami, siswa-siswi kelas XII Angkatan tahun 2026, dengan tulus memohon maaf kepada seluruh Bapak/Ibu Guru atas segala kesalahan, kenakalan, maupun sikap yang kurang berkenan selama kami menempuh pendidikan di sekolah ini. Terima kasih karena sudah sabar menghadapi kami yang terkadang membuat kalian kesal seperti tidak mematuhi grooming pada saat apel pagi, hehe….
Terima kasih telah membimbing, menasihati, dan mendidik kami hingga berada di titik ini. Setiap teguran, perhatian, dan pengorbanan Bapak/Ibu Guru akan selalu kami ingat sebagai bagian berharga dalam perjalanan hidup kami.
Semoga segala kebaikan Bapak/Ibu dibalas dengan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan yang melimpah.
Kami tidak akan pernah melupakan Bapak/Ibu Guru dan tidak akan menjadi kacang yang lupa akan kulitnya. Jika kami boleh mengungkapkan isi hati kami, mungkin perasaan ini sama seperti lirik Hymne Guru karya Sartono:
“Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku”
“Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku”
“Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu”
“Engkau sebagai pelita dalam kegelapan”
“Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan”
“Engkau patriot pahlawan bangsa”
“Pembangun insan cendekia”
Terima kasih untuk segalanya, Bapak/Ibu Guru.
Jasa kalian akan selalu hidup dalam hati kami.