Перейти к содержимому

Jelang Pernikahan, Gusti Sura Jalani Sungkeman dan Sengkeran, Tradisi Mangkunegaran Penuh Makna

Tribun Style

0:00 / 0:00

Jelang Pernikahan, Gusti Sura Jalani Sungkeman dan Sengkeran, Tradisi Mangkunegaran Penuh Makna

6 223 просмотра · 1 дн. назад
Tribun Style
309 тыс. подписчиков
6 223 просмотра · 1 дн. назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Menjelang hari bahagianya, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura menjalani prosesi Sungkeman dan Sengkeran dalam rangkaian Dhaup Ageng Mangkunegaran, Selasa (3/11/2026). Namun, bukan kemewahan pesta yang menjadi sorotan, melainkan tradisi penuh makna yang mengiringi persiapan calon temanten putri tersebut. Dalam prosesi Sungkeman, Gusti Sura memohon doa dan restu kepada ibundanya di hadapan para sesepuh keluarga. Momen ini menjadi simbol bakti sekaligus penghormatan kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Setelah itu, Gusti Sura menjalani Sengkeran di lingkungan Keputren Pura Mangkunegaran. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi calon temanten untuk menepi sejenak dari kesibukan persiapan pernikahan. Sengkeran bukan sekadar pingitan, melainkan ruang untuk menenangkan pikiran dan memantapkan kesiapan batin. Juru Bicara Dhaup Ageng, K.P.H. Tjuk Susilo, menjelaskan bahwa prosesi tersebut mengandung makna refleksi sebelum mengemban tanggung jawab baru sebagai pasangan suami istri. Suasana Keputren pun semakin khidmat dengan lantunan tembang Macapat dari para nini atau abdi dalem perempuan sepuh Mangkunegaran. Menariknya, tembang tersebut dilantunkan tanpa iringan alat musik atau dikenal dengan istilah kosongan. Tanpa alunan gamelan, perhatian tertuju pada suara, syair, dan pesan yang terkandung dalam setiap baitnya. Tembang Macapat tersebut menyampaikan nasihat tentang ketulusan, keselarasan, pendampingan, serta harapan baik dalam kehidupan berumah tangga. Kehadiran para nini juga memiliki arti penting karena merekalah salah satu penjaga pengetahuan dan tradisi Mangkunegaran yang diwariskan lintas generasi. Mereka tidak hanya melantunkan tembang, tetapi turut menghadirkan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari perjalanan hidup calon temanten. Melalui suara yang sederhana, nasihat keluarga dan warisan leluhur seolah menyatu dalam persiapan pernikahan Gusti Sura. Rangkaian ini menjadi pengingat bahwa pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga menerima tanggung jawab, doa, dan nilai kehidupan. Gusti Sura kini bersiap melangkah ke jenjang pernikahan bersama K.P.H. F.X. Adimas Rosdian dengan membawa restu keluarga serta tradisi yang telah dijaga selama bergenerasi. (TribunVideo/Fitrianad) Editor Video: Fitriana Dewi #GustiSura #DhaupAgengMangkunegaran #Mangkunegaran #Sungkeman #Sengkeran #TembangMacapat #AdatJawa #PernikahanAdatJawa #BudayaJawa #TradisiKeraton