Перейти к содержимому

Lansia Lampung Utara Tewas Terpanggang Kebakaran Kebun

Lampung TV News

0:00 / 0:00

Lansia Lampung Utara Tewas Terpanggang Kebakaran Kebun

4 781 просмотр · 2 недели назад
Lampung TV News
55,3 тыс. подписчиков
4 781 просмотр · 2 недели назад
ABUNG SURAKARTA (16/9/2026) – Seorang kakek berusia 84 tahun tewas terpanggang kebakaran ketika menyiapkan lahan kangkung di Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, Senin 14 September 2025 pukul 13.00 WIB. Korban diduga terjebak Korban Yusuf Dulguno diduga tidak mampu mengendalikan api saat membakar lahan. Angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar hingga membakar rumpun bambu dan area sekitar kolam. Kakek tewas dengan posisi tergeletak di kolam kering. Warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Abung Surakarta. Kapolsek bersama anggota dan warga berupaya memadamkan api. Karena kobaran api belum sepenuhnya padam, petugas menghubungi Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lampung Utara, pemadam kebakaran, camat, dan Puskesmas guna membantu proses evakuasi. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Polres Lampung Utara menunjukkan lokasi tersebut merupakan lahan garapan Yusuf Dulguno. Di sekitar lokasi terdapat lahan kosong berukuran 400 meter persegi hendak ditanami kangkung. Petugas juga menemukan satu kolam kering serta rumpun bambu terbakar. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 15 meter dari permukiman. Korban ditemukan dalam kondisi hangus dan sebagian kulit tubuh melepuh. Polisi tidak menemukan tanda-tanda luka akibat senjata tajam maupun bekas kekerasan. Menantu korban, Slamet Bagio, mengatakan mertuanya melakukan pembakaran lahan sebagai persiapan tanam kangkung sebelum ditemukan meninggal terbakar. Kobaran api sulti dikendalikan karena angin cukup kencang hingga merambat ke rumpun bambu. Camat Abung Surakarta Pendi didampingi Kapolsek Abung Surakarta Iptu Indra Gunawan membenarkan tewasnya lansia Yusuf Dulguno karena dugaan terjebak kebakaran saat memebrsihkan lahan. Api merambat dari pembakaran sampah atau sisa tanaman. Polisi masih mendokumentasikan hasil olah TKP dan keterangan para saksi. Sementara keluarga korban menolak pemeriksaan medis maupun autopsi. Jenazah langsung dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) Desa Tata Karya. @lampungtelevisi.com