Peak night of Chinese New Year 2024 Tanjungpinang❗Walking Tour Indonesia🇲🇨
Sandal Jepit
0:00 / 0:00
Peak night of Chinese New Year 2024 Tanjungpinang❗Walking Tour Indonesia🇲🇨
1 373 просмотра · 2 года назад
Sandal Jepit
32,8 тыс. подписчиков
1 373 просмотра · 2 года назад
Perayaan Tahun Baru Imlek tidak terlepas dari sejarah yang melatarbelakanginya. Berikut ini sejarah Imlek dan tradisi perayaannya.
Imlek merupakan perayaan tahun baru yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Perayaan ini telah ada sejak zaman dahulu dan terus dirayakan hingga saat ini.
Perhitungan tahun baru Imlek berdasarkan sistem penanggalan China yang juga dikenal sebagai kalender Lunar. Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Lunar mengikuti siklus Bulan dan Matahari, sehingga penentuan tanggal Imlek sedikit berubah dari tahun ke tahun.
Untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya merayakannya dengan berbagai tradisi seperti pertunjukan barongsai, bagi-bagi angpao dan masih banyak lagi. Nah bagi detikers yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Imlek, yuk simak ulasannya di bawah ini mulai dari sejarah Imlek hingga tradisi perayaannya.
Sejarah Imlek
Melansir dari Jurnal Universitas Sumatera Utara yang berjudul Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek, Imlek atau juga dikenal dengan Sin Cia adalah tradisi pergantian tahun. Perayaan tersebut mulai dikenal sejak zaman Dinasti Xia.
Awalnya, Imlek adalah tradisi yang dilakukan oleh para petani untuk menyambut musim semi. Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Imlek karena tradisinya yang bertepatan di awal tahun menurut perhitungan kalender China.
Selain itu, terdapat pula legenda Tionghoa yang menceritakan asal usul Imlek. Pada zaman dahulu, terdapat monster besar pemakan manusia yang berasal dari dasar laut atau gunung yang bernama Nian.
Nian ini muncul pada akhir musim dingin yang bertepatan dengan tahun baru untuk memakan panen, ternak, dan bahkan penduduk desa. Suatu waktu, penduduk desa melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu seorang anak yang mengenakan baju merah.
Peristiwa ini membuat mereka menyadari bahwa Nian takut pada warna merah. Oleh sebab itu, setiap pergantian tahun, penduduk desa akan mengenakan pakaian merah untuk mengusir Nian.
Mereka juga memasang lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu rumah sebagai upaya perlindungan. Sejak saat itu, Nian tidak pernah muncul kembali ke desa tersebut. Cara pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Imlek.
SUMBER
https://www.detik.com/sulsel/berita/d...
Chinese New Year celebrations cannot be separated from the history behind it. The following is the history of Chinese New Year and its celebration traditions. Chinese New Year is a New Year celebration celebrated by Chinese people throughout the world, including in Indonesia. This celebration has existed since ancient times and continues to be celebrated today. The calculation of Chinese New Year is based on the Chinese calendar system which is also known as the Lunar calendar. Unlike the Gregorian calendar, the Lunar calendar follows the cycles of the Moon and Sun, so the Chinese New Year date changes slightly from year to year. To celebrate Chinese New Year, Chinese people usually celebrate it with various traditions such as lion dance performances, distributing red packets and many more. So, for detikers who want to know more about Chinese New Year, let's look at the review below, starting from the history of Chinese New Year to the traditions of the celebration. History of Chinese New Year Reporting from the Journal of the University of North Sumatra entitled Myths of Chinese New Year Celebration Traditions, Chinese New Year or also known as Sin Cia is a New Year tradition. This celebration began to be known since the Xia Dynasty. Initially, Chinese New Year was a tradition carried out by farmers to welcome spring. Over time, this tradition developed into a Chinese New Year celebration because the tradition coincides with the beginning of the year according to the Chinese calendar. Apart from that, there is also a Chinese legend that tells the origin of the Chinese New Year. In ancient times, there was a large man-eating monster that came from the bottom of the sea or mountains called Nian. This nian appears at the end of winter which coincides with the new year to eat crops, livestock and even villagers. One time, the villagers saw Nian running away in fear after meeting a child wearing a red shirt. This incident made them realize that Nian was afraid of the color red. Therefore, every new year, the villagers will wear red clothes to ward off Nian. They also put up lanterns and scrolls of red paper on the windows and doors of their houses as a protective measure. Since then, Nian never returned to the village. This method of expelling Nian later developed into the Chinese New Year celebration.
#sandaljepit
#desa
#kampung
#pedesaan
#rawanbanjir
#rumahnelayan
#perkampungan
#rumahsederhana
#rumahpelantar
#kampungkumuh
#kampungterkotor
#imlek
Peak night of Chinese New Year 2024 Tanjungpinang❗Walking Tour Indonesia🇲🇨