Semarak Festival Sungai Kayan 2026, 122 Peserta dan 3.500 Pedayung Ramaikan HUT ke-66 Bulungan
Tribun Kaltara Official
0:00 / 0:00
Semarak Festival Sungai Kayan 2026, 122 Peserta dan 3.500 Pedayung Ramaikan HUT ke-66 Bulungan
245 просмотров · 2 дн. назад
Tribun Kaltara Official
122 тыс. подписчиков
245 просмотров · 2 дн. назад
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Suasana magis memancar kuat di sepanjang aliran Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) hari ini, Rabu (14/10/2026).
Lembayung fajar dan kilauan air sungai berpadu indah dengan warna-warni deretan perahu long boat kayu serta pakaian adat khas para peserta yang bersiap berlaga.
Pemandangan penuh pesona ini menandai dibukanya ajang tahunan bergengsi Festival Sungai Kayan 2026 yang diselenggarakan oleh Pemkab Bulungan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (DKOP) Bulungan.
Gelaran Lomba Dayung Tradisional ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Bulungan dan HUT ke-236 Kota Tanjung Selor.
Pusat keramaian dipusatkan di Pelabuhan VVIP Tanjung Selor, Jalan Katamso.
Riuk-pikuk suara semarak peserta hingga sorak-sorai para peserta hingga penonton yang memadati bantaran sungai berhasil memecah ketenangan Sungai Kayan.
Sungai Kayan sendiri merupakan sungai alam legendaris yang hingga kini tetap menjadi denyut nadi transportasi serta sumber kehidupan ekonomi warga lokal.
// Unjuk Kekuatan dan Persatuan: 3.500 Pendayung Unjuk Gigi
Dalam Festival Sungai Kayan 2026 ini, antusiasme masyarakat melonjak drastis. Tidak kurang dari 122 perahu long boat berbahan kayu yang dihiasi ukiran khas identitas daerah ikut ambil bagian, melibatkan sekitar 3.500 pendayung putra dan putri yang adu ketangkasan di atas riak air.
Hebatnya lagi, semangat olahraga tradisional ini tidak hanya dirasakan oleh warga lokal Bulungan semata, tetapi juga merangkul peserta dari tetangga daerah yakni Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Pada kesempatan ini Bupati Bulungan Syarwani turut hadir langsung menyaksikan kemeriahan sekaligus membuka gelaran festival ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dayung tradisional.
"Tidak hanya di lokal Kabupaten Bulungan, tetapi juga saudara-saudara kita dari Kabupaten Berau. Memang ada satu kelas 50 yang kita buka secara terbuka untuk peserta dari seluruh wilayah Kalimantan Utara pada umumnya dan juga Kalimantan Timur melalui teman-teman dari Berau," kata Syarwani, Rabu (14/10/2026).
"Jadi ini yang kita apresiasi, semangat kebersamaan, semangat kecintaan terhadap olahraga, khususnya masyarakat yang mencintai olahraga dayung tradisional. Festival Sungai Kayan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menjadi sarana pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan ke depan," imbuhnya.
// Inovasi Festival 2026: Kehadiran Panggung Seni Lokal
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya secara berturut-turut, Pemkab Bulungan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) terus melakukan pembenahan dan menghadirkan ragam inovasi baru untuk memanjakan masyarakat.
Selain adu cepat perahu kayu berkapasitas 20, 30, hingga 50 pendayung, kemeriahan tahun 2026 ini kian berwarna dengan hadirnya pagelaran seni dan musik tradisional. Panggung pun disiapkan secara khusus bagi para seniman dan musisi lokal Bulungan.
Spesial pada pembukaan hari ini, musisi lokal Uyau Moris dengan alunan alat musik tradisional khas suku dayak (Sape) mampu menghipnotis ratusan telinga sebelum festival resmi dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan.
Syarwani juga menegaskan bahwa Festival Sungai Kayan kini telah mantap menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Bulungan, sekaligus sarana efektif untuk mendongkrak pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
"Tentu, setiap tahun kita senantiasa melakukan perbaikan. Tahun ini ada beberapa tambahan, bukan hanya lomba perahunya, tetapi juga ada pagelaran seni dan musik tradisional salah satunya Uyau Moris. Nanti pada hari-hari berikutnya juga ada kegiatan dari musisi-musisi dan para seniman lokal yang ada di Kabupaten Bulungan. Mereka kita berikan panggung melalui kegiatan Festival Sungai Kayan ini," jelasnya.
// Menjaga Warisan dan Tradisi Sungai Kayan
Meski airnya umumnya berwarna cokelat alami, Sungai Kayan tetap menjadi benteng kehidupan yang memberi rezeki—mulai dari tempat penambang menggantungkan asa hingga nelayan menjala ikan.
Melalui irama dayung yang mendayung serempak dari garis start hingga finish, masyarakat Bulungan merawat ingatan bersama akan pentingnya menjaga budaya sungai.
Syarwani berharap ajang yang lahir dari kearifan lokal ini bisa terus bertransformasi menjadi gelaran yang lebih besar di masa mendatang.
"Kalau berbicara apakah Festival Sungai Kayan sudah menjadi agenda tetap kementerian, kita tidak berbicara ke arah itu. Namun mudah-mudahan dengan apa yang kita laksanakan ini, yang sudah tiga tahun berturut-turut diselenggarakan, ke depan bisa semakin berkembang. Yang jelas, Festival Sungai Kayan sudah menjadi agenda rutin dan masuk kalender tahunan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui DKOP setiap tahunnya," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika