Перейти к содержимому

Deteksi Dini & Manajemen Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada Anak

Pustaka Sehat и AWR Borneo

0:00 / 0:00

Deteksi Dini & Manajemen Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada Anak

192 просмотра · 4 дня назад
Pustaka Sehat и AWR Borneo
192 просмотра · 4 дня назад
Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan masalah kesehatan serius yang memengaruhi tumbuh kembang dan perkembangan otak anak. Dalam video ini, Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) memaparkan panduan lengkap mengenai bahaya, tanda klinis, hingga langkah pencegahan anemia pada bayi dan anak. 📌 Poin Penting dalam Video Ini: Prevalensi Anemia: Data WHO menunjukkan 39,8% balita global mengalami anemia, dan prevalensi di Indonesia mencapai 38,5% pada anak usia di bawah 5 tahun. Gejala yang Wajib Diwaspadai: Anak tampak pucat, lesu, iritabel, sulit fokus, hingga tanda fisik seperti lidah licin (glossitis) dan kuku sendok (koilonikia). Dampak Panjang: Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan gangguan perkembangan kognitif dan mielinisasi otak yang bersifat ireversibel. Pencegahan & Suplementasi: Langkah modifikasi diet gizi seimbang, fortifikasi makanan, serta panduan dosis suplementasi zat besi sesuai rekomendasi IDAI. SUBSCRIBE Pustaka Sehat Youtube Channel:    / @pustakasehat   #AWRBorneo #PustakaSehat