Перейти к содержимому

Jarak Pandang di Bandara SAMS Sepinggan Terpantau Masih Aman, Penerbangan Berjalan Tanpa Gangguan

Tribun Kaltim Official

0:00 / 0:00

Jarak Pandang di Bandara SAMS Sepinggan Terpantau Masih Aman, Penerbangan Berjalan Tanpa Gangguan

701 просмотр · 13 часов назад
Tribun Kaltim Official
956 тыс. подписчиков
701 просмотр · 13 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kondisi jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan masih terpantau aman, meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan, hingga saat ini belum terdapat gangguan penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan yang disebabkan oleh kondisi jarak pandang. "Saat ini alhamdulillah tidak ada gangguan penerbangan akibat dari jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan," ujarnya, Selasa (13/10/2026). Berdasarkan pemantauan bandara udara tersebut, jarak pandang di runway 07 berada pada angka 2.800 meter, sedangkan di runway 25 tercatat 800 meter. Meski begitu, kondisi jarak pandang tersebut perlu terus diperhatikan dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan. Sebab, gangguan penerbangan yang terjadi di wilayah lain dapat berdampak terhadap jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat dari Balikpapan. Iwan juga menjelaskan, pesawat yang akan menuju Bandara SAMS Sepinggan dapat mengalami keterlambatan apabila bandara asal belum memungkinkan untuk melaksanakan penerbangan. Begitu pula dengan pesawat yang akan berangkat dari Balikpapan menuju wilayah terdampak yang perlu menyesuaikan kesiapan bandara tujuan. Dengan begitu, meskipun kondisi jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan belum menyebabkan gangguan penerbangan, operasional tetap bergantung pada situasi cuaca di bandara lain. Iwan menyebutkan, kabut di sejumlah wilayah seperti Palangkaraya dan Pontianak cenderung menebal sejak pagi hingga siang hari. Kemudian membaik sebelum kembali pekat pada sore hari. Sedangkan pada malam hari, jarak pandang biasanya membaik dengan dukungan lampu pendaratan di bandara masing-masing. "Tapi oni tergantung dari angin, cuaca, iklim yang ada di airport-nya masing-masing," jelasnya. Di sisi lain, pengelola Bandara SAMS Sepinggan juga menyiapkan pelayanan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan akibat cuaca. Melalui program Service Recovery Activation (SRA), penumpang diberikan makanan ringan dan minuman selama menunggu kepastian keberangkatan. Ia menegaskan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam operasional penerbangan. Karena itu, penyesuaian jadwal dapat dilakukan apabila kondisi cuaca di bandara asal maupun tujuan belum mendukung penerbangan yang aman. "Kami dari airport berkomitmen, untuk konsisten memberikan Service Recovery Activation (SRA) kepada pengguna jasa bandara yang mengalami delay akibat Force majeure (situasi di luar kendali penumpang)," pungkasnya. Penulis: Ardiana Editor: Robin Ono Saputra #bandarasamssepinggan #samssepinggan #kabutasap #kebakaranhutan