Boven Digoel: Kamp Pengasingan PKI di Hutan Papua (1927–1943)
REVISI
0:00 / 0:00
Boven Digoel: Kamp Pengasingan PKI di Hutan Papua (1927–1943)
26 693 просмотра · 1 дн. назад
REVISI
115 тыс. подписчиков
26 693 просмотра · 1 дн. назад
Boven Digoel adalah kamp pengasingan Belanda di hutan Papua yang dibangun setelah pemberontakan PKI 1926–1927. Seberapa mengerikan tempat ini sebenarnya? Dari sejarah pembukaannya, malaria yang mematikan, sampai evakuasi ke Australia tahun 1943, video ini menelusuri kisahnya dari awal sampai akhir.
Di kamp ini, ribuan orang dibuang tanpa pengadilan dan tanpa tanggal bebas. Bukan hanya anggota PKI, tetapi juga tokoh pergerakan seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
📚 SUMBER
Takashi Shiraishi, The Phantom World of Digoel
Harry Poeze, From Foe to Partner to Foe Again (Indonesia, 2012)
I. F. M. Salim, Vijftien Jaar Boven-Digoel
Pramoedya Ananta Toer (ed.), Cerita dari Digul
Tirto.id, Boven-Digoel concentration camp (Wikipedia), dan sumber lain yang tertaut di naskah
Video ini bersifat edukatif dan disusun dari sumber sejarah yang tersedia. Beberapa tanggal dan angka berbeda antar sumber, dan hal itu disebutkan dalam video.
Kalau video ini bermanfaat, tulis di kolom komentar bagian mana yang paling mengejutkan buat kamu. Subscribe untuk dokumenter sejarah Indonesia berikutnya.
#BovenDigoel #SejarahIndonesia #dokumentersejarah
MUSIC CREDITS:
All background music in this video is provided by Karl Casey @ White Bat Audio.
Music by Karl Casey @ White Bat Audio
-------------------------------------------------------------------------------------------------
PENGGUNAAN WAJAR (FAIR USE COPYRIGHT DISCLAIMER)
Penafian Hak Cipta berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 yang memperbolehkan “penggunaan wajar” (fair use) untuk tujuan seperti kritik, komentar, peliputan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian.
Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang sebaliknya dapat dianggap sebagai pelanggaran.
Penggunaan yang bersifat non-komersial, edukatif, atau pribadi cenderung berpihak pada penggunaan wajar.
1. Video ini tidak berdampak negatif terhadap karya asli.
2. Video ini dibuat untuk berbagi informasi sejarah dan berita.
3. Video ini tidak bersifat transformatif secara alamiah.