Перейти к содержимому

Renungan Malam – God’s Amazing Grace – 21 Oktober 26 – Ketika Kita Gagal

Yohanes173

0:00 / 0:00

Renungan Malam – God’s Amazing Grace – 21 Oktober 26 – Ketika Kita Gagal

507 просмотров · 10 дн. назад
Yohanes173
6,22 тыс. подписчиков
507 просмотров · 10 дн. назад
God’s Amazing Grace / Kasih Karunia Allah yang Mengagumkan E. G. White Ketika Kita Gagal 21 Oktober Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. Mikha 7:8. Tidak ada sesuatu pun selain kuasa ilahi yang dapat memperbarui hati manusia dan memenuhi jiwa dengan kasih Kristus, yang akan senantiasa dinyatakan melalui kasih kepada mereka yang untuknya Ia telah mati. Buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Ketika seseorang bertobat kepada Allah, suatu selera moral yang baru diberikan kepadanya, suatu kuasa pendorong yang baru diberikan, dan ia mengasihi hal-hal yang dikasihi Allah. Kasih, sukacita, damai sejahtera, dan rasa syukur yang tak terungkapkan akan memenuhi jiwa, dan bahasa orang yang telah diberkati itu akan berkata: “kemurahan-Mu membuat aku besar.” (Mazmur 18:36). Namun, mereka yang menunggu untuk melihat suatu perubahan ajaib dalam karakter mereka tanpa usaha yang sungguh-sungguh dari pihak mereka untuk mengalahkan dosa, akan mengalami kekecewaan. Kita tidak mempunyai alasan untuk takut selama kita memandang kepada Yesus; tidak ada alasan untuk meragukan bahwa Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada-Nya. Tetapi kita harus senantiasa waspada, jangan-jangan tabiat lama kita kembali menguasai diri kita, dan musuh merancang suatu jerat yang menyebabkan kita kembali menjadi tawanannya. Kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Kita harus bertumbuh setiap hari dalam keindahan rohani. Kita akan sering gagal dalam usaha kita untuk meniru Pola Ilahi. Kita akan sering harus menundukkan diri dan menangis di kaki Yesus karena kekurangan dan kesalahan kita. Tetapi kita tidak boleh berkecil hati. Kita harus berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, percaya dengan lebih penuh, dan mencoba lagi dengan keteguhan yang lebih besar untuk bertumbuh menjadi serupa dengan Tuhan kita. Ketika kita tidak mempercayai kekuatan kita sendiri, kita akan mempercayai kuasa Penebus kita, dan memuji Allah, yang adalah kesehatan wajah kita dan Allah kita. “Dengan memandang” kita akan diubahkan. Dan ketika kita merenungkan kesempurnaan dari Model Ilahi, kita akan rindu untuk mengalami perubahan yang menyeluruh dan diperbarui menurut gambar kemurnian-Nya. Melalui iman kepada Anak Allah, perubahan terjadi dalam karakter; dan anak kemurkaan menjadi anak Allah.