Перейти к содержимому

Contoh Khutbah Idul Adha Sedih (1)

Olah Rasa Olah Kata

0:00 / 0:00

Contoh Khutbah Idul Adha Sedih (1)

141 139 просмотров · 3 года назад
Olah Rasa Olah Kata
213 тыс. подписчиков
141 139 просмотров · 3 года назад
Untuk mendapatkan teks lengkap naskah khutbah di atas format pdf / word. bisa dengan membayar Rp. 27.000 (sebagai biaya / apresiasi kami menyusun dan mengetik naskah) transfer ke rek Rek BRI 557701016176530 AN Akhmad Nurmasduki konfirmasi dgn menunjukkan bukti transfer ke WhatsApp kami: 0859 3095 1045 jika terasa berat, transfer saja seikhlas dan semampunya, atau jika memang tidak ada dana tidak transfer ya tidak apa-apa. tapi kalo mau transfer lebih kami sangat berterimakasih sekali. hehehe.... Catatan revisi (pdf/word sudah kami revisi) Naskah yg dibaca di video youtube, dalil terahir dari khutbah pertama kami revisi, yakni: لا يُكلّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وشعها "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. " (Bagian dari al-Baqarah ayat 286) Kami ganti dengan hadis: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah dia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 5318) Karena, dalil pertama beban yang dimaksud banyak ditafsirkan oleh ulama' adalah beban syariat, bukan beban hidup secara umum, jadi agar lebih aman menghindari perdebatan kami ganti dengan dalil kedua, lalu beberapa rangkaian kata sebelum dan sesudah dalil kami sesuaikan.