Перейти к содержимому

Dalem Dukut | Agung Mataram , Wah Egen dan Made Kumara Yasa

AGUNG MATARAM OFFICIAL

0:00 / 0:00

Dalem Dukut | Agung Mataram , Wah Egen dan Made Kumara Yasa

797 просмотров · 2 мес. назад
AGUNG MATARAM OFFICIAL
28 подписчиков
797 просмотров · 2 мес. назад
Dalem Dukut (atau sering juga disebut Dalem Bungkut) adalah salah satu tokoh raja atau penguasa kuno di Nusa Penida yang sangat populer dalam mitologi dan tradisi lisan masyarakat Bali, khususnya dalam naskah Babad Nusa Penida. Menurut sumber babad dan cerita rakyat, Dalem Dukut bukanlah penguasa yang berasal dari keturunan atau darah asli Nusa Penida. Dalam mitologi Hindu Bali, ia dikisahkan diciptakan oleh Batara Tohlangkir dari sehelai rumput kasna (dukut dalam bahasa Jawa Kuno berarti rumput) yang diberi mantra. Ia kemudian diutus ke Nusa Penida untuk mengemban misi penting. Dalam babad, ketika Kerajaan Gelgel di Bali (di bawah kekuasaan raja Bali) mulai memperluas pengaruh dan menyatukan wilayah sekitarnya, Nusa Penida menjadi salah satu target geopolitik untuk diintegrasikan. Raja Bali mengutus seorang panglima/patih yang sakti mandraguna bernama I Gusti Ngurah Jelantik Bogol (Jelantik Bogol) untuk menaklukkan Dalem Dukut di Nusa Penida. Pertempuran antara Dalem Dukut dan Ngurah Jelantik bukan sekadar perang biasa, melainkan perang tanding (duel kesaktian) secara ksatria tanpa melibatkan pasukan. Keduanya sama-sama memiliki kesaktian tinggi dan kebal terhadap senjata biasa, sehingga duel tersebut sempat berimbang dan menemui jalan buntu. Dalam duel tersebut, rahasia kesaktian atau senjata penasihat kembali bermuara pada keris pusaka Pencok Sahang(yang konon adalah taring Naga Basuki dari Tohlangkir). Ketika perang tanding berlangsung alot, pihak utusan raja Bali mengetahui atau menggunakan tuah pusaka yang membuat Dalem Dukut akhirnya menyadari takdir dan situasi yang ada. Menyadari kepentingan yang lebih besar demi terciptanya kedamaian, harmoni, serta menyatukan wilayah Nusa Penida dengan Bali daratan, Dalem Dukut akhirnya memilih berjiwa besar untuk mengakhiri perlawanan, mengakui keunggulan utusan raja Bali, dan menyerahkan wilayah kekuasaannya secara ksatria #ceritainspiratif #ceritarakyat #ceritanusantara