[ SESI 1 ] MANUSIA YANG DITERNAK SENSASI DAN KRISIS LITERASI DI ERA DIGITAL
Bestari Voice
0:00 / 0:00
[ SESI 1 ] MANUSIA YANG DITERNAK SENSASI DAN KRISIS LITERASI DI ERA DIGITAL
53 просмотра · 13 дн. назад
Bestari Voice
2,03 тыс. подписчиков
53 просмотра · 13 дн. назад
#bestarivoice
LIKE, SHARE & SUBSCRIBE
Sesi 1; • [ SESI 1 ] MANUSIA YANG DITERNAK SENSASI D...
Sesi 2; • [ SESI 2 ] SIAPA MENGENDALIKAN PIKIRAN KIT...
Sesi 3; • [ SESI 3 ] PABRIK MANUSIA: SAAT MASA DEPAN...
Sesi 4; • [ SESI 4 ] SEMUA JADI PAKAR, SEMUA SALING ...
GALERI KARYA STUDIO SENI: https://lynk.id/studioseni
Apresiasi, miliki dan koleksi karya buku digital komik, buku kartun, buku seni, esai, puisi dan karya-karya seni rupa Indra Kusumah
=====================================
Kita hidup dalam zaman ketika informasi datang tanpa henti. Berita, opini, video pendek, perdebatan, dan berbagai sensasi hadir silih berganti di hadapan kita. Segalanya bergerak cepat. Segalanya berlomba merebut perhatian. Namun, di tengah kelimpahan informasi itu, muncul sebuah pertanyaan penting: apakah kita benar-benar semakin memahami dunia, atau justru semakin mudah digiring oleh apa yang kita lihat dan rasakan?
Dalam sebuah Halaqoh Budaya, Indra Kusumah dan Firman Gani terlibat dalam diskusi kecil yang mencoba mempertanyakan kembali hakikat literasi sebagai sebuah nilai kebudayaan.
Literasi bukan semata-mata kemampuan membaca, menulis, atau mengakses informasi. Lebih dari itu, literasi seharusnya menjadi jalan untuk memahami, mempertanyakan, menafsirkan, dan membongkar sesuatu yang tersembunyi di balik permukaan. Literasi semestinya melahirkan kesadaran, bukan sekadar menambah tumpukan pengetahuan.
Namun, bagaimana jika kehidupan kita justru semakin dikendalikan oleh sensasi?
Ketika informasi diproduksi dan dikonsumsi dalam arus yang serba cepat, perhatian manusia menjadi sesuatu yang diperebutkan. Sensasi, hiburan instan, dan kesenangan sesaat menawarkan kepuasan yang terus-menerus dicari. Dalam konteks inilah, konsep dopamin menjadi pintu masuk untuk membicarakan kebiasaan manusia modern dalam mengejar rangsangan dan kepuasan instan.
Persoalannya bukan sekadar apakah kita terlalu sering menggunakan media sosial atau menikmati hiburan digital. Persoalan yang lebih mendasar adalah apakah kita masih memiliki waktu, ketekunan, dan keberanian untuk berpikir lebih jauh dari apa yang tampak di permukaan.
Apakah kita masih sanggup membedakan fakta dari manipulasi, pengetahuan dari opini, serta pemahaman dari sekadar reaksi emosional?
Ataukah kita sedang tumbuh menjadi masyarakat yang mudah diarahkan oleh sensasi, terus mengejar kesenangan sesaat, tetapi semakin jauh dari kebiasaan mempertanyakan dan mengkritisi realitas?
Dalam diskusi ini, Indra Kusumah dan Firman Gani mengajak kita kembali melihat hubungan antara literasi, budaya kritis, dan kehidupan masyarakat kontemporer. Sebuah percakapan tentang nilai literasi yang kian berjarak dengan kemampuan membongkar realitas, di tengah masyarakat yang memiliki akses informasi semakin luas.
Sebab, persoalan literasi hari ini bukan hanya tentang seberapa banyak kita membaca atau seberapa cepat kita memperoleh informasi. Persoalannya adalah apakah pengetahuan yang kita peroleh masih sanggup mengubah cara kita memahami kehidupan.
Jika informasi semakin melimpah, mengapa kemampuan berpikir kritis justru terasa semakin penting untuk dipertahankan?
Tonton diskusinya sampai selesai dan mari ikut mempertanyakan kembali makna literasi dalam kehidupan kita.
Selamat menyimak.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
HALAQOH BUDAYA | BESTARIVOICE
Sebuah ruang percakapan tentang kebudayaan, kemanusiaan, literasi, dan berbagai persoalan kehidupan yang perlu dibaca lebih dalam.
Jangan hanya mengonsumsi informasi. Belajarlah mempertanyakannya.
Ikuti @BestariVoice untuk menyimak percakapan kritis seputar kebudayaan, masyarakat, lingkungan, dan kehidupan manusia.
Silakan tuliskan pandangan Anda di kolom komentar:
Menurut Anda, apakah masyarakat kita semakin literat, atau justru semakin mudah dikendalikan oleh sensasi?
Jangan lupa menyukai video ini, membagikannya, dan berlangganan kanal BestariVoice untuk mendukung percakapan kebudayaan yang kritis dan reflektif.
#Literasi #BerpikirKritis #BudayaKritis #HalaqohBudaya #BestariVoice #LiterasiDigital #KrisisLiterasi #Dopamin #BudayaDigital #BanjirInformasi #Kebudayaan #Filsafat #KritikSosial #IndraKusumah #FirmanGani