Перейти к содержимому

Tekan Angka Kekerasan Anak, Pemkab Sintang Jadikan Guru BK Mitra Strategis Orang Tua

Kominfo Kab. Sintang

0:00 / 0:00

Tekan Angka Kekerasan Anak, Pemkab Sintang Jadikan Guru BK Mitra Strategis Orang Tua

73 просмотра · 8 дн. назад
Kominfo Kab. Sintang
145 подписчиков
73 просмотра · 8 дн. назад
​SINTANG — Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar sosialisasi pendekatan kolaboratif lintas sektor di Balai Praja Kabupaten Sintang, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan peran strategis Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP hingga SMA sederajat sebagai mitra orang tua dalam menangani berbagai kasus anak di sekolah. ​Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, H. Edi Harmaini, SE., M.Si mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026, UPT setempat telah mencatat sedikitnya 26 kasus kekerasan dalam keluarga yang mengorbankan anak-anak. Tingginya angka kekerasan, masalah hukum, hingga tren perkawinan anak di bawah umur ini masih menjadi tantangan serius bagi daerah. ​Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus S.H., M.Si yang membuka acara secara resmi menegaskan bahwa sekolah tidak bisa lagi berjalan sendiri dengan ego sektoral. ​"Guru BK bukan hanya pelengkap struktur dan jauh dari stigma lama sebagai 'polisi sekolah' yang menghakimi. Guru BK adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental, karakter, dan kesejahteraan emosional peserta didik," tegas Sekda Sintang. ​Melalui sosialisasi ini, Pemkab Sintang mendorong Guru BK untuk menjalankan tiga peran utama: sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan rumah, mitra solutif yang penuh empati, serta pencipta ruang aman (safe space) bagi siswa maupun orang tua untuk berbagi kekhawatiran. ​Dengan sinergi dan turunnya sekat komunikasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan keluarga, diharapkan angka kekerasan dan perkawinan dini pada anak di Kabupaten Sintang dapat terus ditekan demi menyelamatkan masa depan generasi muda.