🔴Awal Keruntuhan AS! Babak Belur di Teluk Hadapi Iran, 8 Pangkalan Hancur, Stok Patriot Anjlok
Tribun Jambi
0:00 / 0:00
🔴Awal Keruntuhan AS! Babak Belur di Teluk Hadapi Iran, 8 Pangkalan Hancur, Stok Patriot Anjlok
13 028 просмотров · Трансляция закончилась 14 часов назад
Tribun Jambi
1,05 млн подписчиков
13 028 просмотров · Трансляция закончилась 14 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Perang melawan Iran mulai meninggalkan tekanan besar bagi militer Amerika Serikat.
Bukan cuma soal serangan di medan tempur, kemampuan operasional AS ikut terbebani oleh kerusakan fasilitas dan terkurasnya persenjataan.
Laporan terbaru menunjukkan dampak perang menjalar ke berbagai pangkalan AS di Timur Tengah.
Mengutip Tasnim News pada Kamis (24/9), Inspektur Jenderal Pentagon mencatat ratusan bangunan mengalami kerusakan atau kehancuran akibat serangan Iran.
Pangkalan yang terdampak tersebar di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania.
Salah satu kerusakan paling besar terjadi di Bahrain, yang menjadi lokasi penting bagi operasi Angkatan Laut AS di kawasan.
Pangkalan Dukungan Angkatan Laut Bahrain merupakan pusat logistik sekaligus markas Armada Kelima AS.
Kerusakan di fasilitas itu bahkan membuat Angkatan Laut diperkirakan belum dapat segera kembali menggunakannya.
Tekanan juga dirasakan pada kekuatan udara AS.
Laporan Pentagon menyebut sejumlah pesawat berawak dan sistem udara nirawak ikut rusak atau hancur selama rangkaian operasi.
Di tengah kondisi tersebut, kapal-kapal perang AS juga harus menjalani pengerahan dalam waktu yang panjang.
USS Gerald R. Ford menyelesaikan penugasan selama 11 bulan.
Sementara, USS Abraham Lincoln menghabiskan sebagian besar penugasannya selama sembilan bulan di laut.
Beban operasi kemudian berlanjut ke sektor persenjataan.
Laporan Pentagon menyebut penggunaan amunisi telah menciptakan kekurangan persediaan strategis sekaligus menghadirkan hambatan dalam proses pengisian kembali.
Dampaknya paling mencolok terlihat pada sistem pertahanan rudal yang digunakan untuk melindungi pasukan dan fasilitas AS.
Stok pencegat Patriot disebut turun dari sekitar 2.330 sebelum konflik menjadi kurang dari 850.
Sedangkan persediaan THAAD menyusut dari 452 menjadi sekitar 250.
Kondisi itu mendorong Pentagon mempercepat produksi kembali rudal pencegat karena pengisian stok tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Washington bahkan telah membuat sejumlah kesepakatan baru dengan industri pertahanan untuk meningkatkan produksi Patriot dan THAAD.
Namun, tekanan perang tidak berhenti di kerusakan pangkalan dan hilangnya aset.
Militer AS kini harus memulihkan kekuatan tempurnya di tengah stok senjata yang terus terkuras.
Program: Kabar Internasional
Operator: Endi
Sumber: Tribunnews
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:
YouTube: / / @tribunjambi_official
Facebook: / tribunjambifanspage
Instagram: / / tribunjambi
Twitter/X: / https://x.com/tribunjambiku