Перейти к содержимому

Masjid Raya An-Nur Pekanbaru: Gaya Turki di Tepi Kolam Ibu Kota Riau

SeratusRibuMasjid

0:00 / 0:00

Masjid Raya An-Nur Pekanbaru: Gaya Turki di Tepi Kolam Ibu Kota Riau

36 просмотров · 6 дн. назад
SeratusRibuMasjid
157 подписчиков
36 просмотров · 6 дн. назад
Masjid Raya An-Nur berdiri di Jalan Hangtuah, Pekanbaru, dengan kolam besar di depannya yang memantulkan kubah hijau sehingga warga menjulukinya Taj Mahalnya Riau. Video ini menyusuri gagasan 1963, peresmian 19 Oktober 1968 oleh Gubernur Arifin Ahmad, rancangan arsitek Ir. Roseno, kampus yang pernah menumpang sampai 1973, renovasi 2000-an, sampai kisah payung elektrik. SeratusRibuMasjid. #seratusribumasjid #masjidrayaan-nur #arsitekturmasjid Masjid Raya An-Nur Pekanbaru dikenal luas karena kolam besar di depan bangunan yang memantulkan bayangan kubah dan empat menarinya. Kemiripan itulah yang membuat warga dan media menjulukinya Taj Mahal Provinsi Riau, sebutan yang dipakai di video ini sebagai julukan populer, bukan nama resmi. Yang dibahas: gagasan mendirikan masjid besar sejak 1963 pada masa Gubernur Kaharudin Nasution, termasuk rencana pusat kegiatan warga yang di dalamnya ada rumah ibadah; peresmian pada 19 Oktober 1968 atau 27 Rajab 1388 H oleh Gubernur Arifin Ahmad dengan penandatanganan prasasti; catatan bahwa situs pariwisata kota menyebut pembangunan dimulai 1962; peran masjid sebagai kampus Fakultas Ushuluddin IAIN Sultan Syarif Kasim sampai 1973; rancangan arsitek Indonesia Ir. Roseno dengan bangunan utama 50 kali 50 meter; paduan gaya Melayu, Arab, Turki, dan India dengan warna hijau, emas, dan biru menurut tesis sejarah; kaligrafi karya Azhari Nur tahun 1970; angka kubah yang disebut sepuluh oleh Wikipedia dan sejumlah berita serta lima oleh situs pariwisata Kota Pekanbaru beserta tafsir lima rukun Islam dan empat sahabat Nabi dari situs yang sama; kapasitas sekitar 4.500 jamaah di dalam bangunan menurut sumber yang paling banyak dikutip; pelataran granit 11.000 meter persegi untuk lebih dari 10.000 jamaah saat salat Id; renovasi bertahap 1990 sampai 2006, perluasan lahan menjadi 12,6 hektar dengan Stadion Hang Tuah diratakan, peresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Agustus 2007 saat hari jadi emas Provinsi Riau ke-20; perubahan nama menjadi Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau pada 2015; serta perjalanan proyek enam payung elektrik ala Masjid Nabawi yang dimulai 2022, tersendat pada 2023, disorot saat Id 2024, dan direncanakan diperbaiki pada 2025. Yang tidak ada di sumber atau sengaja tidak dipakai: angka rupiah proyek, nama perusahaan, status hukum, klaim payung sudah berfungsi per 2026, jam buka sebagai jaminan, harga tiket, nomor kontak, dan nama pengurus yang masih menjabat. Perbedaan antar sumber, termasuk jumlah kubah, kapasitas, dan dua atau tiga tingkat bangunan, ditulis sebagai apa adanya tanpa dipilih diam-diam. Tafsir makna kubah dan menara selalu dikutip dari situs pariwisata Kota Pekanbaru, bukan penjelasan arsitek dan bukan dalil. Sumber utama: Wikipedia bahasa Indonesia, tesis UIN Suska, tesis Universitas Negeri Medan, buletin BPK Wilayah Riau edisi 2017, ANTARA, Indonesia.travel, situs resmi pengelola, situs pariwisata Kota Pekanbaru, detik, DPRD Provinsi Riau, dan pemberitaan 2023 sampai 2025. Semua diakses 2026-10-20 dan dirangkum di berkas riset.md konten ini. Berkunjunglah dengan hormat: menjaga suara, menghormati jemaah yang sedang ibadah, dan menunggu momen yang tidak mengganggu salat. Untuk jadwal kegiatan dan informasi terbaru, cek pengelola masjid. Subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi supaya tidak ketinggalan profil masjid berikutnya. Konten ini bagian dari SeratusRibuMasjid dan SeratusRibuNetwork, channel sejarah, arsitektur, dan profil masjid ikonik Indonesia dan dunia.