Перейти к содержимому

GALUMBIRA 2023 - ARTAWIDYA PRESENT

Himamusik UPI

0:00 / 0:00

GALUMBIRA 2023 - ARTAWIDYA PRESENT

2 096 просмотров · 2 года назад
Himamusik UPI
3 тыс. подписчиков
2 096 просмотров · 2 года назад
Sebuah Pagelaran yang diusung oleh Mahasiswa Baru Pendidikan Seni Musik UPI 2023 (Artawidya 23) yang menyajikan karya-karya kaulinan barudak Sunda. Galumbira merupakan akronim dari kata Galindeng, Ulin, dan Gumbira. Galindeng berarti bernyanyi, Ulin berarti bermain, Gumbira berarti gembira. Galumbira juga berasal dari kosakata Bahasa Sunda yang berarti semuanya bergembira. Yang mana berkaitan dengan karya yang kami tampilkan yakni lagu-lagu kaulinan barudak yang ceria. Karya: 1. 𝐉𝐀𝐋𝐄𝐋𝐄𝐔𝐉𝐀 38:15 Arr. by Arif Rachman Hakim adalah kakawihan kaulinan barudak yang berada di daerah Jawa Barat khususnya Sunda yang biasanya digunakan untuk “ajakan” bermain. Karena lirik dari kawih ini membuat si pemain menyanyikannya bersahut-sahutan. 2. 𝐂𝐈𝐍𝐆𝐂𝐈𝐑𝐈𝐏𝐈𝐓 45:30 Arr. by Wildan Waliyudin Cing ciripit merupakan kawih yang sering digunakan dalam kaulinan Sunda. Biasanya lagu ini ditujukan untuk berhitung sebelum anak-anak bermain kucing-kucingan, disini pemain hanya melibatkan tangan dan telunjuk untuk memainkannya dan sambil bernyanyi. 3. 𝐓𝐎𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐋𝐈𝐀 𝐓𝐎𝐍𝐆 50:25 Arr. by Aji Nalendra Permana Sidik Tong malia tong merupakan salah satu lagu permainan tradisional Sunda. Permainan ini ramainya dimainkan oleh sekitar lima orang anak atau lebih. Permainan ini hampir sama seperti halnya permainan 'ucing sumput' atau disebut petak umpet dalam bahasa Indonesia. Perbedaannya dalam permainan ini yang menjadi kucing harus sujud membungkuk di tengah anak-anak lain yang duduk mengelilingi si kucing. Dimana tangan anak-anak lainnya nanti akan bergiliran memindahkan sebuah benda, biasanya sejenis batu kerikil atau biji-bijian. Mereka akan menyanyikan lagu 'Tong malia tong' sejalan dengan mereka bergiliran memindahkan kerikil/biji dari tangan satu ke tangan lain. 4. 𝐁𝐀𝐍𝐆 𝐊𝐀𝐋𝐈𝐌𝐀 𝐆𝐎𝐁𝐀𝐍𝐆 57:40 Arr. by Eki Oktavian Gobang Kalima Gobang digunakan dalam kaulinan yang biasanya hanya melibatkan 2 orang sambil bertepuk tangan dan dinyanyikan bersama sama. Lagu ini terdiri dari 24 baris, dan poin utamanya adalah rima akhir dari setiap baris dapat disambung dengan baris selanjutnya, jadi terdengar anak anak yang memainkannya seperti berpantun. 5. 𝐔𝐋𝐈𝐍 𝐃𝐈 𝐁𝐔𝐑𝐔𝐀𝐍 01:04:00 Arr. by M. Luthfi Al Faris Ulin di Buruan adalah kawih anak-anak karya pak Koko Koswara, dimana kawih tersebut berisi pepatah-pepatah untuk anak-anak yang sedang bermain. 6. 𝐎𝐑𝐀𝐘-𝐎𝐑𝐀𝐘𝐀𝐍 01:11:13 Arr. by Rifki Arfian Permainan Oray-orayan (ular-ularan) adalah permainan yang riang dan memadukan unsur gerakan dan suara, permainan tradisional Sunda ini biasa dimainkan oleh banyak anak. Biasanya sebelum bermain mereka saling memegang pundak temannya yang ada di depan agar terlihat seperti ular, kecuali yang menjadi kepala ular. Kedua kepala ular itu saling berhadapan. Setelah itu mulailah barisan atau ular itu berjalan meleok-leok mengikuti kepala ular seolah akan menerkam ekor ular lawannya. Oleh karena itu mereka mengatur posisi saling menerkam ekor ular, maka terdengar jerit dan tawa riang disertai lantunan lagu Oray-orayan. 7. 𝐓𝐀𝐇 𝐒𝐎𝐑𝐀 𝐁𝐄𝐃𝐔𝐆 01:19:40 Arr. by M. Luthfi Al Faris merupakan kakawihan kaulinan barudak yang menjadi pertanda sudah “maghrib”. Yang dimana sudah waktunya anak anak harus menyelesaikan permainannya dan bersiap untuk pulang ke rumah. ______________________________________________________________ Supported By: UPI Official KEMA FPSD HIMAMUSIK UPI Artawidya Padamida Sinatria HMFT TV UPI HIMASTAR Unit Karawitan Mahasiswa Susurupud Crescendo Sound System Sponsored By: Harismaji Arditrian Makeup Cemimiland Amanda Brownies Rabbani Profesor Kerudung Mata Air Studio Rinjani Hipnoterapi Raka Sound System Angkringan Kasih Sayang Media Partner @kemafpsd @himamusik_upi @upilawas @upi.event @himasik.upi @himastar_upi @hikaviupi @hmftupi @himasra_upi @himamusik_unpas @jagatevent @acarakampus.official @acrbandung @bdgtoday @folkbdg @ramasintamusic @gitamudakirana @komunitasmusikpangalengan_ @tembangsunda @sundabagja @sunda_humor @kata_nyunda099 @sunda_waee Camera person: FTV UPI Video editor: Danda Muhamad Arifki Sound engineer: Lazuardy, Firdan T, Rifki Azhar, Dimas Nugraha Mixing & mastering: Rafael Zahwa Instagram Artawidya 23   / senimusik23   Instagram HIMAMUSIK   / himamusik_upi