Перейти к содержимому

Merayakan Kemurahan Hati Allah #homilikatolik ...Romo Adrian Adiredjo, OP

Media Katolik Redemptor Mundi

0:00 / 0:00

Merayakan Kemurahan Hati Allah #homilikatolik ...Romo Adrian Adiredjo, OP

1 589 просмотров · 17 часов назад
Media Katolik Redemptor Mundi
4,36 тыс. подписчиков
1 589 просмотров · 17 часов назад
Bacaan Injil – Matius 20:1-16 Iri hatikah engkau karena aku murah hati? Inilah Injil Suci menurut Matius: Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang pemilik kebun anggur yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah satu dinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar lagi, dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: ‘Pergilah juga kamu ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.’ Lalu mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar lagi, dan melakukan hal yang sama. Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka: ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’ Jawab mereka: ‘Tidak ada orang yang mengupah kami.’ Kata orang itu: ‘Pergilah juga kamu ke kebun anggurku.’ Ketika hari sudah malam, berkatalah pemilik kebun anggur itu itu kepada mandornya: ‘Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk pertama.’ Lalu datanglah mereka, mulai yang bekerja kira-kira pukul lima sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk pertama. Mereka mengira akan mendapat lebih besar. Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada pemilik kebun itu, katanya: ‘Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam, dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.’ Tetapi pemilik kebun itu menjawab seorang dari mereka: ‘Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat satu dinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah! Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’ Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang pertama dan yang pertama menjadi yang terakhir.” Demikianlah Sabda Tuhan.