Pawheet TM - Sembilan Musim (Glory Music Lab AI Cover)
Glory Music Lab
0:00 / 0:00
Pawheet TM - Sembilan Musim (Glory Music Lab AI Cover)
951 просмотр · 3 месяца назад
Glory Music Lab
27 подписчиков
951 просмотр · 3 месяца назад
Judul: Sembilan Musim
Track: 4
Ciptaan: @PawheetTM
Lirik: @PawheetTM
Album: Kertas Gunting Batu
Tahun: 2026
Genre: Indie/Alternative
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Makna Lagu Sembilan Musim
“Sembilan Musim” adalah lagu ke-4 dalam album Kertas Gunting Batu, sekaligus menjadi gambaran utama untuk Bab 4 - PASANGAN dalam buku dengan judul yang sama (Kertas Gunting Batu). Lagu ini membahas cinta yang belum benar-benar selesai, bukan tentang pasangan yang sudah berpisah, melainkan tentang dua orang yang masih bersama, namun mulai merasa jauh di dalam hubungan yang sama.
Judul “Sembilan Musim” menggambarkan panjangnya waktu yang telah mereka lewati. Ada banyak fase, banyak janji, banyak terang yang pernah ditanam, dan banyak kenangan yang pernah dipercaya sebagai rumah. Namun setelah semua musim itu berlalu, tokoh dalam lagu tetap merasa dilihat sebagai sesuatu yang gagal. Ia masih ada, masih bertahan, masih berada di dekat pasangannya, tetapi tidak lagi merasa sepenuhnya diterima.
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang dulu pernah tertulis utuh dalam hidup pasangannya. Namanya pernah menjadi bagian dari doa, janji, cerita lama, dan harapan yang dibawa pulang. Tetapi perlahan, ia merasa ruangnya semakin hilang. Yang paling menyakitkan bukan karena ia ditinggalkan, melainkan karena ia tetap dipertahankan sambil terus dipandang sebagai bayang buruk.
Di dalam hubungan ini, cinta masih ada, tetapi sudah bercampur dengan tuduhan, luka, rasa lelah, dan ketakutan kehilangan. Ada seseorang yang takut pada kursi kosong, tetapi tidak sungguh menjaga yang masih utuh. Ada yang ingin mengubur nama, tetapi tetap menyiramnya agar tidak benar-benar mati. Ada yang menyalahkan gelap, padahal pernah ikut menyalakan lentera.
Tokoh dalam lagu ini juga tidak merasa dirinya sepenuhnya benar. Ia sadar pernah membawa badai, pernah merobek cerita, dan pernah menjadi bagian dari kerusakan. Namun ia juga menolak untuk selamanya dilihat hanya sebagai luka. Ia sudah mencoba menjadi lebih tenang, menukar badai dengan doa yang lebih pelan, tetapi pasangannya masih membaca mendung di setiap cahaya yang ia berikan.
Sebagai bagian dari Kertas Gunting Batu, lagu ini membawa tiga simbol utama:
kertas sebagai janji dan nama yang pernah tertulis,
gunting sebagai luka yang memotong kehangatan,
dan batu sebagai kenyataan keras bahwa bahkan dua orang yang masih bersama pun bisa merasa sangat jauh.
Pada akhirnya, “Sembilan Musim” adalah lagu tentang cinta yang masih bertahan, tetapi sedang terluka diam-diam. Tentang seseorang yang bertanya dengan getir:
"jika aku memang gelap bagimu, mengapa bayangku masih kau simpan?"
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LIRIK
[Verse 1]
Aku pernah tertulis utuh
Di kertas yang kau bawa pulang
Namun sebelum batu itu jatuh
Namaku sudah kehilangan ruang
[Verse 2]
Kita sembilan musim menanam terang
Di rumah yang sama-sama kenal
Tapi dimatamu yang penuh bayang
Aku tetap musim yang gagal
[Pre-Chorus 1]
Kau nyalakan sembilan lentera
Lalu kau menyalahkan gelapku
Hingga Kau kunci semua Jendela
Namun kenangan takut jauhnya aku
[Chorus 1]
Aku hanya jadi bayang buruk
Mengapa kau simpan di dindingmu
Aku bukan lagi arah pulang
Tak apa jika kau ingin ku hilang
Aku hanya luka yang terus tumbuh
Di halaman yang kau rawat tenang
Kau sadar aku memanglah riuh
Mengapa kau jadikan aku tempat pulang
[Verse 3]
Ada hujan di balik pelukmu
Yang tak pernah jatuh di depan mata
Ada nama yang kau kubur jemu
Namun kau siram agar tetap ada
[Verse 4]
Kau takut pada kursi kosong
Tapi tak sungguh menjaga yang utuh
Dan aku lelah menjadi lorong
Yang kau panggil hanya saat runtuh
[Pre-Chorus 2]
Aku telah menukar badaiku
Dengan doa yang lebih pelan
Tapi kau masih membaca mendungku
Di setiap cahaya yang kuberikan
Aku hanya jadi bayang buruk
Mengapa kau simpan di dindingmu
Aku bukan lagi arah pulang
Tak apa jika kau ingin ku hilang
Aku hanya luka yang terus tumbuh
Di halaman yang kau rawat tenang
Kau sadar aku memanglah riuh
Mengapa kau jadikan aku tempat pulang
[Bridge]
Aku memang merobek cerita
Tapi robekan tak selamanya terbelah
Mungkin kau pernah membendung cinta
Tapi cinta tak selalu rumah
[Final Chorus]
Aku hanya jadi bayang buruk
Mengapa kau simpan di dindingmu
Aku bukan lagi arah pulang
Tak apa jika kau ingin ku hilang
Aku hanya luka yang terus tumbuh
Di halaman yang kau rawat tenang
Kau sadar aku memanglah riuh
Mengapa kau jadikan aku tempat pulang
[Outro]
Jika aku gelap bagimu…
Mengapa kau simpan bayangku...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#SembilanMusim #PawheetTM #KertasGuntingBatu #lagusedihindonesia #laguindieterbaru #HA.SV #LiturgiSunyi