#KajianKitabAlHikam AL Ustadz Syekh Dr. (HC) KH. Aba Abror Al Muqoddam, Lc (Gresik, Jawa Timur)
LisiChannel
0:00 / 0:00
#KajianKitabAlHikam AL Ustadz Syekh Dr. (HC) KH. Aba Abror Al Muqoddam, Lc (Gresik, Jawa Timur)
8 просмотров · 7 ч назад
LisiChannel
3,9 тыс. подписчиков
8 просмотров · 7 ч назад
🔹KALAM HIKAM 80
Kitab Al-Hikam adalah karya monumental Syaikh Ibnu Atha'illah as-Sakandari yang berisi panduan spiritual tinggi (suluk) untuk penyucian jiwa, kebersihan hati, dan tauhid.
Dalam pasal 80 beliau berkata :
ORANG ARIF TIDAK BERSAMA SELAIN ALLAH
بَسَطَكَ كَيْ لَا يُبْقِيَكَ مَعَ الْقَبْضِ، وَقَبَضَكَ كَيْ لَا يَتْرُكَكَ مَعَ الْبَسْطِ، وَأَخْرَجَكَ عَنْهُمَا كَيْ لَا تَكُونَ لِشَيْءٍ دُونَهُ
(Allah memberimu kelapangan agar engkau tidak selalu berada dalam kondisi sempit. Dan Allah memberimu kesempitan agar tidak selalu meninggalkanmu dalam kelapangan. Dan Allah mengeluarkanmu dari kondisi keduanya, agar engkau tidak bersama dengan sesuatu selain Allah)
Syarah:
Allah memberimu kelapangan, wahai arif, agar ia tidak selalu menempatkanmu dalam kondisi sempit di mana kondisi ini sangat menyusahkanmu meskipun sebenarnya kondisi ini sangat memberi manfaat untukmu. Dan Allah memberimu kesusahan, agar engkau tidak selamanya berada dalam kesenangan yang akan menumbuhkan hawa nafsumu. Lalu Allah akan mengeluarkanmu dari keduanya dengan fana', agar engkau tidak bersama dengan sesuatu selain Allah.
Al-qabdhu (kesempitan) dan al-basthu (kelapangan) adalah dua kondisi yang dirasakan oleh 'arifin (ahli makrifat). Ini hampir sama dengan al-khauf (rasa takut) dan ar-raja' (rasa berharap) yang dirasakan oleh al-muridin al-mubtadi'in (para murid pemula). Yang menyebabkan keduanya adalah waridat yang masuk ke dalam hati murid.Apabila Allah menampakkan diri dalam hatinya dengan sifat Jalal (Mahaagung dan Memaksa), maka ia akan merasa takut. Tetapi apabila Allah menampakkan diri dengan sifat Jamal (Mahapengasih dan Penyayang), maka ia akan merasakan senang.
Dua kondisi ini, jika masih dirasakan oleh seorang arif, berarti ia belum mencapai sifat di atasnya, yaitu fana' (hancur dari dirinya) dan baqa' (ada bersama dengan Allah Swt.). Keterpautan hati seorang arif dengan kesenangan atau kesusahan menunjukkan bahwa ia masih bersama dengan dirinya. Dan dirinya adalah hijab yang menghalanginya dari Allah Swt.
🔹KALAM HIKAM 81
Dlam pasal 81 beliau berkata :
ORANG ARIF MERASA KHAWATIR DALAM KONDISI LAPANG
الْعَارِفُونَ إِذَا بُسِطُوا أَخْوَفُ مِنْهُمْ إِذَا قُبِضُوا، وَلَا يَقِفُ عَلَى حُدُودِ الْأَدَبِ فِي الْبَسْطِ إِلَّا قَلِيلٌ
(Orang-orang arif jika diberi kelapangan oleh Allah, lebih merasa khawatir dan takut, daripada ketika diberi kesempitan. Karena sedikit dari mereka yang bisa menjaga adab, ketika berada dalam kondisi lapang)
Syarah:
Orang-orang arif ketika berada dalam kondisi senang, lebih membuatnya khawatir daripada ketika sedang dalam kondisi sedih dan susah. Sebab, ketika berada dalam kondisi senang, mereka khawatir akan hawa nafsunya yang akan terus tumbuh, sehingga mereka tidak mampu mengendalikannya. Kemudian, mereka akan senang berbicara kepada orang lain mengenai perasaan-perasaan hati yang dialami ketika bermunajat, atau mengenai karamah yang mereka dapatkan. Padahal hal ini dapat menurunkannya ke derajat yang lebih rendah, sebab mereka tidak mampu menjaga adab kepada Allah.
Sesungguhnya, banyak 'arifin yang tergelincir ketika berada dalam kondisi lapang dan senang. Sedangkan ketika dalam kondisi takut, bersedih, atau susah, akan lebih mendekatkan mereka pada keselamatan. #KalamHikam