Перейти к содержимому

Sampah bisa menjadi alat peraga matematika dan tempat sampah bisa lahir dari sampah

SD DelapanDjoeang

0:00 / 0:00

Sampah bisa menjadi alat peraga matematika dan tempat sampah bisa lahir dari sampah

492 просмотра · 2 недели назад
SD DelapanDjoeang
75 подписчиков
492 просмотра · 2 недели назад
“SAMPAH BISA MENJADI ALAT PERAGA MATEMATIKA DAN TEMPAT SAMPAH BISA LAHIR DARI SAMPAH” Proyek STEAM ini berawal dari sebuah masalah sederhana yang ada di lingkungan sekolah, yaitu banyaknya sampah yang setiap hari hanya dikumpulkan dan dibuang. Pada akhirnya, proyek ini tidak hanya menghasilkan sebuah tempat sampah dan alat peraga matematika. Lebih dari itu, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata. Science mengajarkan mereka peduli terhadap lingkungan. Technology membantu mereka membuktikan hasil perhitungan. Engineering mengajarkan mereka merancang dan membuat karya. Art mengembangkan kreativitas dan keindahan. Mathematics menguatkan kemampuan berhitung dan memahami rasio. Inilah pembelajaran STEAM yang kami hadirkan: sederhana, dekat dengan kehidupan, dan bermakna. Karena STEAM tidak harus dimulai dari alat yang mahal. STEAM bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Bahkan dari sampah. Dari sampah, anak-anak belajar sains. Dari sampah, anak-anak belajar matematika. Dari sampah, anak-anak menciptakan karya. Ketika pembelajaran berangkat dari kehidupan nyata, literasi dan numerasi menjadi lebih hidup, matematika menjadi lebih bermakna, dan belajar menjadi lebih menyenangkan. #SDDelapanDjoeang #FestivalSTEAMTasikmalaya2026 #PraktikBaik #FestivalSTEAM #PembelajaranSTEAM #PembelajaranMendalam #ProyekSTEAM #LiterasiNumerasi #PengelolaanSampah #DaurUlang #KreativitasSiswa #SekolahPeduliLingkungan