Pajak Zaman Kolonial: VOC, Tanam Paksa, dan Bupati
Podcast Kecil-Kecilan
0:00 / 0:00
Pajak Zaman Kolonial: VOC, Tanam Paksa, dan Bupati
20 просмотров · 2 дн. назад
Podcast Kecil-Kecilan
174 подписчика
20 просмотров · 2 дн. назад
Duitnya dari kita. Tapi jalan ke kantong siapa?
Di part 4 ini kita jalan-jalan di atas peta kuno: dari pasar rempah Nusantara sampai tanam paksa di zaman kolonial. Ceritanya soal pungutan, siapa yang narik, dan siapa yang kebagian.
Dua babak yang dibahas:
Babak 1, Nusantara: tempat dagang dan jalur rempah, pasar Banten 1598 ("tiap transaksi ada pajaknya"), upeti dan pertanyaan klasik: pajak atau palak?
Babak 2, zaman kolonial: VOC (perusahaan, bukan pemerintah, tapi boleh punya tentara dan perang), pajak warga Tionghoa di Batavia, tanam paksa 1830, bupati dan jatah persennya, Max Havelaar, sampai tebu dan rel kereta.
Ini part 4 dari seri Pajak di Podcast Kecil-Kecilan. Part sebelumnya bahas sejarah pajak (Mesopotamia dan Mesir Kuno), pajak-pajak teraneh dalam sejarah, dan zakat vs pajak.
Catatan editor di dalam video:
Tahun 1667 (Perjanjian Breda): Belanda mempertahankan Pulau Run di Banda dan melepas New Amsterdam (Manhattan).
Pelabuhan transit utama adalah Malaka (sampai 1511), lalu Aceh dan Banten. VOC sendiri yang datang ke Maluku.
Malaka abad ke-15: pedagang barat membayar bea sekitar 6% (Tome Pires, Suma Oriental).
Piagam VOC (octrooi) 1602: boleh membuat perjanjian, memiliki pasukan, mencetak uang, dan berperang.
Hoofdgeld: pajak kepala untuk warga Tionghoa di Batavia.
Urutan peristiwa: Perang Jawa 1825-1830, tanam paksa (cultuurstelsel) dimulai 1830 untuk menutup utang. Perang Aceh mulai 1873, setelah tanam paksa resmi diakhiri (1870).
VOC dibubarkan tahun 1799. Tanam paksa dijalankan pemerintah Hindia Belanda (kopi, tebu, nila).
Bupati menerima cultuurprocenten (komisi dari hasil panen yang disetor).
Multatuli adalah Eduard Douwes Dekker, mantan asisten residen Lebak.
Rel pertama Semarang-Tanggung 1867, lalu ke Solo dan Yogya 1873, Surabaya-Malang 1879. Ada juga jalur di luar Jawa (Aceh, Deli, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan).
Upeti tidak sama dengan pajak. Nama organisasi yang disinggung di tengah video sengaja disamarkan.
Podcast Kecil-Kecilan: biar kecil, tetap berdampak besar.
#pajak #sejarahpajak #PodcastKecilKecilan #tanampaksa #VOC
-----------------------------------------------------
KREDIT GAMBAR (Wikimedia Commons)
-----------------------------------------------------
India quæ Orientalis dicitur - Atlas Maior, vol 11, map 8 - Joan Blaeu, 1667 - BL 114.h(star).11.(8) by Joan Blaeu, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Moluccae insulae celeberrimae - btv1b55004556q by Unknown, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Köhler Myristica by Unknown, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Manihot esculenta - Köhler–s Medizinal-Pflanzen-090 by Franz Eugen Köhler, Köhlers Medizinal-Pflanzen, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Oryza sativa - Köhler–s Medizinal-Pflanzen-232 by Franz Eugen Köhler, Köhlers Medizinal-Pflanzen, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
AMH-7987-KB View of the island of Banda Neira by Jakob van der Schley / Pieter de Hondt, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
AMH-6645-KB View of Bantam market by Cornelis Claesz, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Market of Goa, Itinerario by Johannes van Doetecum, CC0, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Captain Macheath (BM 1855,0609.1956) by Unknown, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
VOC aandeel 9 september 1606 by VOC, Public domain, https://commons.wikimedia.org/wiki/Fi...
Tangkapan layar berita: Kementerian Pertahanan RI, "Kementerian Pertahanan RI Panen Raya Jagung di Lahan Food Estate, Kalimantan Tengah", 13 Maret 2024, https://www.kemhan.go.id/2024/03/13/k...
Kapal di peta (jalur rempah) dipotong dari peta Blaeu di atas.
Musik: partitur ragtime buatan studio (tanpa sampel berlisensi).