Перейти к содержимому

[FULL] Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Sudah "Rahasia Umum", Pakar Desak Usut Tuntas Aliran Dananya

Tribunnews

0:00 / 0:00

[FULL] Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Sudah "Rahasia Umum", Pakar Desak Usut Tuntas Aliran Dananya

18 444 просмотра · 12 часов назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
18 444 просмотра · 12 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, tak hanya memunculkan pertanyaan soal perlakuan khusus terhadap warga binaan. Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas justru menyoroti adanya dugaan pembiaran, terlebih tim Ombudsman sempat mengalami penolakan saat hendak melakukan pemeriksaan di lapas tersebut. Menurut Fernando, kondisi itu patut dipertanyakan karena kasus fasilitas khusus di lembaga pemasyarakatan bukan pertama kali terjadi. “Saya tidak bisa katakan kecolongan, dan ini kan karena sudah kesekian kali. Saya ragu bahwa di setiap lapas ada fasilitas-fasilitas ini,” kata Fernando dalam wawancara bersama Tribunnews.com pada Kamis (24/9/2026). Ia bahkan menduga fasilitas mewah tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi oknum tertentu dan meminta dugaan pungutan ditelusuri hingga ke aliran dananya. “Saya curiga fasilitas-fasilitas mewah ini dijadikan sebagai sumber-sumber pendapatan untuk kalapas ataupun kepala-kepala di sana,” ujarnya. Fernando menegaskan, apabila memang ditemukan pungutan untuk mendapatkan fasilitas khusus, penanganannya tidak boleh hanya berhenti pada petugas lapangan. “Jadi tidak hanya berhenti di tahap memberikan sanksi kepada siapapun yang terlibat. Jadi harus diusut, kalau memang ada pungutan liar terkait dengan fasilitas di Lapas Cibinong tersebut, harus dilihat, ini aliran dananya ke siapa saja,” kata Fernando. Ia juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap lapas lain agar temuan serupa tidak kembali terjadi. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews On Focus Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Tri Hantoro