PROYEK MEMBAKAR KALIMANTAN !!!
Kendati Demikian
0:00 / 0:00
PROYEK MEMBAKAR KALIMANTAN !!!
19 290 просмотров · 5 дней назад
Kendati Demikian
233 тыс. подписчиков
19 290 просмотров · 5 дней назад
PROYEK MEMBAKAR KALIMANTAN !!!
Setiap kali Kalimantan terbakar, kita melihat hal yang sama.
Langit berubah kelabu. Asap memenuhi udara. Jarak pandang menurun. Sekolah terganggu, aktivitas masyarakat terhenti, dan jutaan orang harus menghirup udara yang tercemar.
Lalu pertanyaan yang selalu muncul adalah: siapa yang membakar Kalimantan?
Selama ini, cerita tentang kebakaran hutan dan lahan sering kali berhenti pada satu jawaban sederhana: masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.
Tapi bagaimana jika persoalannya jauh lebih besar dari itu?
Di balik api yang terlihat di permukaan, ada hutan gambut yang sebelumnya basah, lalu dikeringkan. Ada kanal-kanal drainase yang mengalirkan air keluar dari lahan. Ada pembukaan hutan, perkebunan, dan konsesi yang mengubah wajah Kalimantan.
Ketika gambut kehilangan airnya, sesuatu yang sebelumnya sulit terbakar berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar.
Dan ketika api masuk ke dalam gambut, ia tidak selalu berhenti di permukaan.
Api dapat menjalar perlahan di bawah tanah, menyebar tanpa terlihat, lalu muncul kembali di tempat lain. Inilah yang membuat kebakaran gambut begitu sulit dikendalikan.
Namun ada cerita lain yang jarang mendapatkan perhatian yang sama.
Di tengah persoalan ini terdapat masyarakat adat dan para peladang tradisional yang telah lama hidup berdampingan dengan hutan. Praktik membuka lahan dengan cara tradisional memiliki aturan dan kearifan lokal tersendiri, termasuk penggunaan sekat bakar untuk mengendalikan api.
Tetapi ketika kebakaran terjadi, sebagian peladang justru berhadapan dengan proses hukum.
Di sinilah pertanyaan yang lebih besar muncul:
Apakah semua api memiliki cerita yang sama?
Apakah semua pihak mendapatkan perlakuan yang sama?
Dan ketika hutan berubah menjadi perkebunan, ketika gambut dikeringkan, dan ketika titik-titik panas muncul di tengah wilayah konsesi, siapa yang sebenarnya harus dimintai pertanggungjawaban?
Video ini mencoba melihat kebakaran Kalimantan dari sudut yang lebih luas.
Bukan hanya tentang api.
Tetapi tentang pembukaan lahan, industri sawit, kanal drainase gambut, deforestasi, titik panas, korporasi, masyarakat adat, dan sebuah sistem yang membuat kebakaran terus menjadi persoalan berulang.
Karena dampaknya tidak berhenti pada asap.
Kebakaran hutan dan lahan juga menghancurkan habitat berbagai satwa Kalimantan, termasuk orang utan, bekantan, beruang madu, macan dahan, serta berbagai jenis burung dan reptil.
Kalimantan bukan hanya kehilangan pohon.
Ia kehilangan ekosistem.
Ia kehilangan habitat.
Dan masyarakat yang hidup di sekitarnya harus membayar harga dari kerusakan tersebut.
Jadi, ketika kita kembali melihat langit Kalimantan berubah merah dan asap kembali memenuhi udara, mungkin sudah waktunya kita berhenti hanya bertanya:
"Siapa yang membakar?"
Dan mulai bertanya:
"Siapa yang mendapatkan keuntungan dari tanah yang terbakar?"
#kalimantan #kebakaranhutan #karhutla