Analisis Usaha Penggemukan Domba CV. Gumukmas Multifarm
P3M POLIJE
0:00 / 0:00
Analisis Usaha Penggemukan Domba CV. Gumukmas Multifarm
85 просмотров · 6 дн. назад
P3M POLIJE
416 подписчиков
85 просмотров · 6 дн. назад
Menjelaskan kondisi yang saat ini dialami oleh salah satu pengusaha penggemukan domba di Kabupaten Jember. Kendala yang dihadapi diantaranya adalah:
1. Impor Daging Domba
Dengan adanya kebijakan impor daging domba, harganya lebih rendah dari dari daging domba lokal.
2. Harga Pakan Konsentrat
Peningkatan harga pakan tidak selaras dengan kenaikan harga daging domba dan di tahun 2026 harga pakan lebih tinggi dari harga jual daging domba/kg.
Kondisi diatas menyebabkan pengusaha domba harus mampu bertahan dengan cara membentuk kerjasama untuk penyaluran dan pengolahan domba. Diantaranya ada kerjasama dengan pelaksanaan haji di Indonesia dimana pengadaan daging domba di supplai oleh CV. Gumukmas Multifarm, namun belum banyak perubahan signifikan karena kerjasama baru berjalan kurang dari 2 tahun.
Penentuan harga juga ditentukan oleh mekanisme pasar, karena belum ada kondisi penentuan harga jual perihal batas bawah dan batas atas. Sehingga keuntungannya minus karena pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk membeli pakan saja, namun untuk input yang blain harus disupplai oleh pengusaha. Resiko antara peternakan rakyat (jumlah domba yang kurang dari 5 ekor) berbeda dengan pengusaha (jumlah domba ratusan ekor), tertutama pada penyediaan pakan dan tenaga kerja yang digunakan. Pada peternak rakyat biaya tenaga kerja tidak dihitung karena pencarian pakan hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan setelah pekerjaan utama selesai dan umumnya pakan yang diberikan hanya hijauan. Namun pagi pengusaha perlu mengakomodir jumlah dan biaya tenaga kerja serta pakan konsentrat juga, karena tujuannya untuk penggemukan agar sesuai dengan permintaan pasar.
Harapan dari pengusaha agar pemerintah mampu menyediakan pakan konsentrat dengan kebutuhan peternak namun dengan harga yang sesuai, karena harga pakan yang tinggi menyebabkan peternak kesulitan untuk menjual ternaknya. Kebijakan impor juga harus disesuaikan dengan kondisi peternak domba di dalam negeri, agar harga domba dalam negeri tidak berbeda jauh dengan harga daging domba impor.