Перейти к содержимому

MENGAPA CHINA BISA SEKAYA ITU? DAN KENAPA INDONESIA TIDAK ?

Ruang Makro

0:00 / 0:00

MENGAPA CHINA BISA SEKAYA ITU? DAN KENAPA INDONESIA TIDAK ?

114 755 просмотров · 13 дней назад
Ruang Makro
10,9 тыс. подписчиков
114 755 просмотров · 13 дней назад
Pada 1978 China masih lebih miskin daripada Indonesia — pendapatan rata-ratanya hanya sepertiga dari kita. Hari ini urutannya terbalik total: China jadi ekonomi terbesar kedua dunia, dan barang buatannya ada di setiap warung. Bagaimana itu mungkin terjadi dalam satu umur manusia? Video ini menelusuri kisah China dari kelaparan Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan, reformasi Deng Xiaoping, kawasan ekonomi khusus Shenzhen, hingga masuknya China ke WTO. Kita bongkar mitos 'penduduk banyak, upah murah, pemerintah otoriter', menimbang meritokrasi dan sisi gelapnya, krisis properti, populasi menua, serta perang teknologi dengan Amerika. Terakhir, kita tarik semua itu ke Indonesia: nikel Sulawesi, kereta cepat, dan gelombang barang impor murah yang menekan industri kita. Tonton sampai akhir untuk melihat harga sebenarnya di balik keajaiban ekonomi China — dan siapa yang membayarnya. — Bab / Chapter — 0:00 Pembuka 1:07 Titik Nol yang Kelam 3:13 Kucing Deng 4:24 Empat Langkah Reformasi 10:08 Mesin dan Retaknya 13:16 Meritokrasi dan Lubangnya 20:59 Luka Lima Tahun 26:23 Harga untuk Indonesia 31:18 Sumber Footage — Sumber: • Ezra Vogel — buku 'Deng Xiaoping and the Transformation of China', biografi tentang arsitek reformasi ekonomi China • Yuen Yuen Ang — buku 'How China Escaped the Poverty Trap', tentang penyesuaian yang diarahkan dalam pembangunan China • Ronald Coase & Ning Wang — buku 'How China Became Capitalist', tentang reformasi yang tumbuh dari bawah • Daniel A. Bell — buku 'The China Model', tentang meritokrasi politik sebagai alternatif demokrasi • Elizabeth Economy — buku 'The Third Revolution', tentang pengetatan kendali negara di era Xi Jinping • Bill Hayton — buku 'The Invention of China', tentang bagaimana identitas dan sejarah China modern disusun • Thomas Orlik — buku 'China: The Bubble That Never Pops', tentang manajemen utang dan risiko keuangan China • Joe Studwell — buku 'How Asia Works', tentang resep pembangunan Jepang, Korea Selatan, dan China #CHINA