PENAMPILAN ALAT MUSIK GESO-GESO PADA PEMBUKAAN FESTIVAL BUDAYA BAKULIPU TOJO UNA-UNA TAHUN 2026.
Gallery Tojo Una-Una
0:00 / 0:00
PENAMPILAN ALAT MUSIK GESO-GESO PADA PEMBUKAAN FESTIVAL BUDAYA BAKULIPU TOJO UNA-UNA TAHUN 2026.
24 просмотра · 1 день назад
Gallery Tojo Una-Una
11,1 тыс. подписчиков
24 просмотра · 1 день назад
Penampilan Alat Musik Geso-Geso Merupakan Alat Musik Tradisional Kabupaten Tojo Una-Una Pada Malam Pembukaan Festival Budaya Bakulupi Tojo Una-Una Tahun 2026, Bertempat di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah, 12/9/2026
Pembukaan Festival Budaya Bakulupi di buka secara resmi Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang ditandai dengan pemukulan gong dan Pembakaran Bambu Lupi Bersama Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH, Ketua DPRD Gusnar A. Suleman, SE, Wakil Bupati Surya, S.Sos.,M.Si dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tojo Una-Una.
Hadir pula Ketua dan Tim BPK Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Kab. Tojo Una-Una, Kadis Pariwisata Kab. Tojo Una-Una dan para kepala perangkat daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Pimpinan OPD Lingkup Kab.Tojo Una-Una, Pimpinan Perbankan, Pelaku Usaha, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta Tamu undangan lainnya.
FESTIVAL BUDAYA BAKULUPI KABUPATEN TOJO UNA-UNA TAHUN 2026.
Festival Budaya Bakulupi Tojo Una-Una adalah perayaan budaya tahunan resmi Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, yang lahir dari tradisi masyarakat setempat dan kini menjadi agenda unggulan pelestarian identitas Daerah Tojo Una-Una. Makna kata tersebut merupakan gabungan dari “Baku” (bersama/saling) dan “Lupi” (tradisi memasak nasi dalam bambu dibungkus daun yeki, simbol kerukunan dan rasa syukur leluhur). Filosofinya : "Rasa syukur, Kerja sama, Satu tujuan" saat memasak lupi dulu dilakukan bersama warga sebagai tanda syukur atas hasil panen dan hasil laut yang melimpah.
Berbeda festival lain, Bakulupi menyatukan lima kelompok budaya besar : Suku Taa, Bare’e, Bobongko, Togean, dan komunitas Malei Atas, sebagai wujud nyata semboyan daerah “Sivia Patuju” atau beragam namun satu hati.
Lebih dari Sekadar Makanan, Lupi adalah nasi/beras yang dimasak dalam ruas bambu, dibungkus daun yeki khas hutan setempat dengan aromanya khas, teksturnya lembut. Proses membuatnya tidak bisa sendirian: harus saling bantu mencari bambu, memetik daun, menumbuk beras, hingga membakarnya. Inilah inti kata “Baku” = saling/bersama. jadi bukan sekadar makanan, tapi simbol gotong royong yang tak tergantikan bagi masyarakat Tojo Una-Una.
Awalnya bernama Posintuvu Raya Lupi atau Pesta Rakyat Malam Lupi, tradisi warga Kelurahan Bailo dan Bailo Baru yang dilakukan secara sederhana sebagai ungkapan syukur hasil panen dan laut. Tahun 2025 mulai digelar lebih luas, lalu tahun 2026 resmi ditetapkan Pemerintah Daerah Tojo Una-Una sebagai Festival Bakulupi dan masuk kalender Wisata Nasional Indonesia.
Tujuan & Kegiatan
1. Melestarikan kearifan lokal dan memperkuat jati diri “Sivia Patuju” (tujuh suku bersatu).
2. Mengangkat ekonomi lewat pameran 50 UMKM lokal: kuliner khas, kerajinan tangan, produk laut dan daratan.
3. Menjadi ruang temu warga lintas wilayah serta mempromosikan pariwisata Tojo Una-Una ke luar daerah.
ALAT MUSIK GESO - GESO
Geso-geso adalah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek, merupakan kekayaan seni budaya asli dan identitas khas masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Alat musik ini tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat Suku Taa, Bare’e, serta komunitas Tau Taa Wana, khususnya di wilayah Kecamatan Ulubongka dan sekitarnya, dan telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang hingga saat ini.
Secara bentuk dan susunan, Geso-geso memiliki ciri yang sangat sederhana namun memiliki keunikan tersendiri, yaitu hanya dilengkapi dengan satu senar atau dawai saja. Badan alat musik terbuat dari kayu keras pilihan, sedangkan ruang suaranya dibentuk dari tempurung kelapa yang permukaannya dilapisi kulit biawak atau kerbau agar menghasilkan resonansi yang merdu. Untuk memainkannya digunakan penggesek yang disebut kajo, terbuat dari bilah bambu atau rotan yang dililit serat ijuk maupun rambut ekor kuda.
Cara memainkannya dilakukan dengan menekan senar menggunakan jari tangan kiri untuk mengatur tinggi rendahnya nada, sementara tangan kanan menggerakkan penggesek secara perlahan. Bunyi yang dihasilkan Geso-geso terdengar lembut, mendayu-dayu, dan menyentuh perasaan, sehingga sangat cocok untuk mengiringi syair-syair kuno, nyanyian cerita rakyat, serta pesan-pesan nasihat kehidupan masyarakat setempat.
GALLERY TOJO UNA-UNA
(Media Komunikasi dan Informasi)
#FestivalBudayaBakulupi #Bakulupi2026 #BakulupiTojoUnaUna #BudayaBakulupi #FestivalBakulupi #FestivalBudayaBakulupiBailoBaru #PembukaanFestivalBudayaBakulupi #Festival #Budaya #Bakulupi #BudayaTojoUnaUna #MalamPembukaanFestivalBudayaBakulupi #FestivalBudayaBakulupi2026