Sekarang Ngaku Nabi Langsung Ditolak, Zaman Dulu Ngaku Nabi Langsung Dipuja, Apa Bedanya?
Niti Dharma
0:00 / 0:00
Sekarang Ngaku Nabi Langsung Ditolak, Zaman Dulu Ngaku Nabi Langsung Dipuja, Apa Bedanya?
11 049 просмотров · 8 дн. назад
Niti Dharma
55,9 тыс. подписчиков
11 049 просмотров · 8 дн. назад
Rp1,3 miliar demi “top up nyawa”? Kasus pria yang diberitakan mengaku sebagai Imam Mahdi di Bangkalan, Madura, membuka pertanyaan besar tentang kepercayaan, ketakutan terhadap kematian, dan otoritas spiritual.
Mengapa seseorang bisa percaya bahwa pemimpin spiritual mampu memperpanjang umur atau menjamin keselamatan akhirat? Dan jika hari ini kita mempertanyakan orang yang mengaku menerima wahyu, bagaimana kita memahami klaim para nabi dalam sejarah agama?
Dalam video Niti Dharma ini, kita membahas psikologi kepercayaan, pengaruh lingkungan sosial, sejarah klaim wahyu, serta hubungan agama, kekuasaan, dan sumber daya. Bukan untuk menghakimi semua agama, melainkan mengajak kita memeriksa klaim secara kritis dan konsisten.
Catatan: kasus Bangkalan masih merupakan dugaan yang harus dibuktikan melalui proses hukum. Pembahasan ini bukan putusan terhadap pihak yang dilaporkan maupun penilaian terhadap seluruh pemeluk agama.
Referensi Akademik :
Ketakutan terhadap kematian (Greenberg et al., 1986)
Agama dan identitas sosial (Palitsky et al., 2020)
Joseph Smith dan klaim wahyu (Bushman, 2015)
Sejarah awal Islam (Donner, 2010)
Ekspedisi militer Muhammad (Ibrahim, 2024)
Kasus Bangkalan, laporan pertama (Hasana, 2026a)
Kasus Bangkalan, uraian ajaran (Hasana, 2026b)
Support Niti Dharma 👉 https://saweria.co/nitidharma
Support via Paypal 👉 https://paypal.me/NitiDharma777
📥 Link eBook "Pemulihan Diri dari Luka Akibat Trauma Dogma Agama" disini ➤ http://lynk.id/nitidharma/qxkmqyryv417
Download via Payhip disini ➤ https://payhip.com/b/IMyNp
📚 Akses konten & bacaan reflektif Niti Dharma lainnya:
Indonesia 👉 https://lynk.id/nitidharma
Global 👉 https://payhip.com/NitiDharma
================================================================================
Mari Bangun Indonesia yang Lebih Sadar Bersama
Niti Dharma percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berpikir.
Jika Anda individu, komunitas, organisasi, donor, maupun mitra yang memiliki visi yang sama dan ingin mendukung gerakan ini—baik melalui kolaborasi, kemitraan, sponsorship, investasi sosial, maupun dukungan terhadap produksi konten edukasi—kami akan senang berdiskusi bersama.
Kami juga sangat terbuka menerima masukan, kritik, maupun usulan topik yang layak diangkat agar diskusi publik di Indonesia semakin sehat dan berbasis nalar. Silakan hubungi kami melalui email: nitidharma777@gmail.com
Support channel ini dan jadi member Patreon Niti Dharma:
klik disini 👉 / nitidharma
================================================================================
🎁 E-BOOK GRATIS – Dekonstruksi Iman (5 Fase Perjalanan Batin)
Kalau kamu sedang ada di fase mempertanyakan… mungkin ini bisa jadi teman jalan:
Fase 1: Munculnya Keraguan
➤ https://payhip.com/b/bw5h1
Fase 2: Mencari Jawaban
➤ https://payhip.com/b/w0jvq
Fase 3: Krisis Makna & Identitas
➤ https://payhip.com/b/bJQ24
Fase 4: Marah, Kecewa, dan Sedih
➤ https://payhip.com/b/PrECW
Fase 5: Membangun Ulang Diri & Spiritualitas
➤ https://payhip.com/b/N4cGR
================================================================================
📚 Akses konten & bacaan reflektif lainnya:
Indonesia 👉 https://lynk.id/nitidharma
Global 👉 https://payhip.com/NitiDharma
================================================================================
🧠 Tentang Niti Dharma
Ini bukan channel untuk memberi jawaban siap pakai.
Ini tempat untuk berpikir… bahkan ketika berpikir itu tidak nyaman.
Kami percaya:
kebenaran tidak takut dipertanyakan.
Dan manusia tidak seharusnya takut untuk mencari.
================================================================================
🤝 Kalau kamu ingin support secara langsung:
Klik disini 👉 https://saweria.co/nitidharma
Setiap dukungan—kecil atau besar—
itu bukan sekadar donasi.
Itu tanda bahwa…
konten seperti ini masih dibutuhkan.
================================================================================
Terima kasih sudah tetap di sini.
Kita mungkin bukan suara mayoritas.
Tapi justru karena itu…
kita punya kesempatan untuk jadi suara yang jujur.
Dan kadang…
itu jauh lebih penting.
================================================================================