Pdt. Petrus Agung - TUHAN ATAU MUSA - 17 januari 2016
JKI Injil Kerajaan - Holy Stadium
0:00 / 0:00
Pdt. Petrus Agung - TUHAN ATAU MUSA - 17 januari 2016
13 358 просмотров · Трансляция закончилась 10 лет назад
JKI Injil Kerajaan - Holy Stadium
13,9 тыс. подписчиков
13 358 просмотров · Трансляция закончилась 10 лет назад
Tuhan atau Musa
Bil 32: 1-5
Sebelum masuk tanah perjanjian, bangsa Israel harus menyeberangi sungai Yordan. S Yordan menyuburkan tanah di kedua sisi: tanah perjanjian (Kanaan) dan tanah di seberang Yordan.
Suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye ternaknya sangat banyak. Saat melihat tanah yang begitu baik mereka sangat tertarik, walau itu bukan tanah perjanjian. Suku-suku ini merasa tidak perlu menyeberang dan menghadapi banyak musuh. Permintaan ini tidak ada jahatnya, tapi adalah sebuah kebodohan karena di tanah perjanjian ada janji-janji Tuhan.
Jawaban Yosua:
sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara- saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit. (Yos 1: 15)
Setelah Musa mati, 2 1/2 suku ini menghadapkan lagi hal itu pada Yosua. Yosua membedakan:
Tanah di seberang sungai Yordan, yaitu Kanaan, adalah negeri yang diberikan oleh Tuhan.
Tanah sebelum sungai Yordan adalah tanah yang diberikan oleh Musa kepada 2 1/2 suku.
Yordan memisahkan antara tanah yang Tuhan berikan, dengan tanah yang Musa berikan
Setelah menyeberang Yordan, kita mendapat tanah yang Tuhan beri.
Sebelum menyeberang Yordan, walau subur, adalah tanah yang Musa beri.
Suku Ruben-Gad-Manasye memilih berdasar apa yang mereka lihat, untuk kepentingan, kebutuhan, kebesaran, berkat, keluarga kita sendiri. Ini tidak salah, tapi bukan tanah perjanjian.
Tanah pemberian Tuhan adalah tanah perjanjian (promise land) yang Tuhan janjikan dengan sumpah:
Dengan Abraham Tuhan berikan janji.
Dengan Ishak Tuhan berikan sumpah.
Dengan Yakub Tuhan buat sebuah penetapan.
Kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan: yang Tuhan janjikan, atau yang kita inginkan/ butuhkan
Sebagian besar orang hidup di pemberian Musa: bagaimana perusahaan lebih besar, bagaimana pemasukan lebih besar, bagaimana hidup lebih baik, bagaimana anak-cucu lebih makmur, bagaimana hidup tercukupi, bagaimana hutang lunas, dll, semua kebutuhan pribadi di dunia. Ini tidak salah dan bukan dosa, tapi pilihan.
Dalam 3Yoh Rasul Yohanes mendoakan kelimpahan, yang merupakan bekal dalam perjalanan hidup umat Tuhan. Kita bisa pilih tipe perjalanan hidup yang kita inginkan.
Jika tujuan hidup kita untuk pencapaian pribadi dan keluarga maka jangkauannya sesuai usia kita, yaitu sekitar 80-90 tahun. Orang yang memilih tujuan hidupnya untuk diri sendiri atau keluarga, maka dia memilih perjalanan pendek, bekal dari Tuhan hanya untuk perjalanan yang pendek itu.
Suku Ruben-Gad hanya hidup untuk tujuannya sendiri, hidup berdasar apa yang ada pada mereka, tapi mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang membangun sebuah bangsa yang besar.
Memilih tanah perjanjian artinya kita mengabdikan diri pada rencana Tuhan.
Berkat Tuhan adalah bekal bagi perjalanan hidup kita, besarnya tergantung tujuan hidup kita: untuk diri sendiri atau untuk kepentingan kerajaan Surga.
Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan- Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ul 8: 17-18)
Tanah seberang Yordan adalah pemberian Musa. Maka setelah Musa mati jadi tidak jelas. Tanah yang diberikan Musa tidak ada perjanjiannya, tidak ada sumpahnya. Perjanjian Tuhan yang diucapkan dengan sumpah, adalah membuat Abraham jadi bangsa yang besar, mendapat tanah perjanjian, diberkati Tuhan, jadi berkat bagi banyak orang. Untuk meneguhkan perjanjian Tuhan dangan Abraham, Tuhan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan.