Перейти к содержимому

Gereja mana yang mengenapi semua yang diterima oleh Israel, Protestan pengenapan dari mana?

KEBENARAN MEMERDEKAKANMU

0:00 / 0:00

Gereja mana yang mengenapi semua yang diterima oleh Israel, Protestan pengenapan dari mana?

2 287 просмотров · 1 день назад
KEBENARAN MEMERDEKAKANMU
1,65 тыс. подписчиков
2 287 просмотров · 1 день назад
Dalam teologi Katolik adalah prefigurasi (prefiguration atau tipologi), yaitu metode pemahaman di mana peristiwa, orang, atau institusi dalam Perjanjian Lama (PL) dipandang sebagai nubuat atau "gambaran awal" yang digenapi secara sempurna dalam Perjanjian Baru (PB) melalui Yesus Kristus. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai konsep prefigurasi, interpretasi Roma 9:4, serta bagaimana posisi Gereja Katolik dan Protestan dalam pemenuhan janji tersebut: 1. Penjelasan Katolik tentang Prefigurasi (PL ke PB) Menurut Katekismus Gereja Katolik (KGK 128), "Gereja sudah sejak zaman para rasul dan kemudian secara konstan dalam tradisinya telah menjelaskan kesatuan rencana ilahi dalam kedua Perjanjian itu melalui tipologi (prefigurasi)". Prinsip utamanya dirangkum dalam kalimat terkenal dari Santo Agustinus: "Perjanjian Baru tersembunyi dalam Perjanjian Lama, dan Perjanjian Lama disingkapkan dalam Perjanjian Baru". Contoh Prefigurasi: Bahtera Nuh melambangkan Gereja yang menyelamatkan; penyeberangan Laut Merah melambangkan Sakramen Baptis; kurban Ishak atau Domba Paskah di Mesir melambangkan kurban salib Yesus. PL tidak dihapus, melainkan disempurnakan. Segala sesuatu yang bersifat bayangan dalam PL mendapatkan realitas penuhnya dalam diri Yesus Kristus. 2. Tafsir Roma 9:4 dalam Teologi Katolik Dalam Roma 9:4, Rasul Paulus menulis tentang bangsa Israel jasmani: "Sabean mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji." Gereja Katolik melihat ayat ini sebagai pengakuan atas hak istimewa keselamatan yang pertama kali diberikan kepada bangsa Israel. Namun, teologi Katolik menekankan bahwa hak-hak ini bersifat persiapan. Ketika Kristus datang, seluruh elemen dalam Roma 9:4 tersebut dinaikkan ke level yang spiritual dan universal: Pengangkatan Anak: Di PL hanya bersifat nasional (Israel sebagai anak sulung Allah secara kiasan), di PB menjadi partisipasi nyata dalam hidup Ilahi melalui Sakramen Baptis. Ibadah & Perjanjian: Ibadah kurban hewan di Bait Allah (PL) digenapi secara sempurna oleh kurban rohani, yaitu Ekaristi (Kurban Tubuh dan Darah Kristus) dalam PB. 3. Gereja Mana yang Mengenapi Semua yang Diterima Israel? Menurut ajaran resmi Katolik (Konsili Vatikan II, Lumen Gentium Art. 9), Gereja Katolik adalah "Israel Baru" (Umat Allah yang Baru). Gereja Katolik meyakini bahwa dirinya menggenapi secara utuh (subsistit in) seluruh warisan, janji, sakramen, otoritas imam, dan ibadah sejati yang dulunya dipersiapkan Allah di dalam Israel kuno. Kesinambungan ini terlihat dari struktur hierarki (12 Rasul menggenapi 12 suku Israel) dan sistem imamat serta liturgi kurban yang disempurnakan dalam Misa Kudus. Meskipun demikian, Katolik tidak menganut Replacement Theology (Teologi Penggantian) ekstrem yang mengutuk Yahudi. Katolik percaya bahwa Allah tidak membatalkan janji-Nya kepada bangsa Yahudi, namun pemenuhan sejati dari janji itu telah mekar secara universal di dalam Gereja Katolik yang terbuka bagi semua bangsa (Yahudi maupun non-Yahudi). 4. Protestan Penggenapan dari Mana? Gereja-Gereja Protestan tidak melihat diri mereka sebagai "penggenapan baru" yang terpisah dari sejarah, melainkan sebagai pemurnian atau reformasi dari Gereja yang sudah ada. Cara Pandang Teologis: Protestan menggenapi janji Israel melalui konsep Gereja yang Kelihatan dan Tidak Kelihatan. Bagi Protestan, "Israel Baru" adalah seluruh orang percaya di seluruh dunia (lintas denominasi) yang beriman kepada Yesus Kristus, tanpa terikat pada institusi satu gereja tertentu seperti Vatikan. Penggenapan Janji: Kaum Protestan (khususnya teologi Reformed/Calvinis) percaya bahwa janji keselamatan kepada Abraham digenapi secara rohani kepada semua orang yang dibenarkan oleh iman (Justification by Faith). Mereka menekankan penggenapan nubuat pada Alkitab dan Pemberitaan Firman, bukan pada tradisi liturgi kurban atau hierarki keimaman badani seperti dalam Katolik.