Перейти к содержимому

Pekerjaan sebagai berhala ---- #homilikatolik ---- Romo Adrian Adiredjo, OP

Media Katolik Redemptor Mundi

0:00 / 0:00

Pekerjaan sebagai berhala ---- #homilikatolik ---- Romo Adrian Adiredjo, OP

854 просмотра · 10 дн. назад
Media Katolik Redemptor Mundi
4,7 тыс. подписчиков
854 просмотра · 10 дн. назад
Bacaan Injil – Matius 22:1-14 Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke pesta nikah ini. Inilah Injil Suci menurut Matius: Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dengan memakai perumpamaan. Kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu, tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidangan sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini!’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada hamba-hambanya, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan nikah ini.’ Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruang perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Maka raja itu lalu berkata kepada hamba-hambanya, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikitlah yang dipilih.” Demikianlah Sabda Tuhan.