Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) LULUS Akreditasi Rumah Sakit 2026
DIKLAT RSUD Banyumas
0:00 / 0:00
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) LULUS Akreditasi Rumah Sakit 2026
677 просмотров · Трансляция закончилась 5 месяцев назад
DIKLAT RSUD Banyumas
476 подписчиков
677 просмотров · Трансляция закончилась 5 месяцев назад
Video ini merupakan sesi ke-5 dari rangkaian "Bareng Ngopi" (Ngobrol Pokja Akreditasi) di RSUD Banyumas yang membahas topik krusial yaitu Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Sesi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai standar akreditasi terbaru (STARKES) agar PPI tidak hanya dianggap sebagai beban administratif, melainkan fondasi utama keselamatan pasien.
Poin-poin utama pembahasan:
Gambaran Umum PPI (7:01 - 11:47): Penjelasan mengenai 13 fokus area, 19 standar, dan 62 elemen penilaian (EP) PPI sesuai acuan PMK No. 27 Tahun 2017.
Penyelenggaraan PPI (11:55 - 18:40): Peran penting komite PPI dalam pengkajian, perencanaan, dan evaluasi kegiatan di rumah sakit.
Program PPI & Kewaspadaan Isolasi (18:55 - 22:11): Pentingnya memutus rantai infeksi melalui kewaspadaan standar (termasuk kebersihan tangan) dan kewaspadaan transmisi.
Manajemen Risiko (IKRA) (22:12 - 24:05): Setiap unit wajib menyusun Infection Control Risk Assessment (IKRA) sebagai dasar program PPI yang terpadu.
Pengelolaan Fasilitas (24:08 - 45:07): Pembahasan detail mengenai pengelolaan peralatan medis, kebersihan lingkungan, linen/laundry, limbah infeksius dan benda tajam, serta keamanan pangan.
Konstruksi & Renovasi (45:08 - 46:13): Penekanan pada perlunya ICRA konstruksi untuk mencegah transmisi infeksi selama pembangunan.
Peningkatan Mutu & Edukasi (52:23 - 54:38): Integrasi antara data surveilans PPI dengan PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien) serta pentingnya edukasi PPI bagi staf dan pasien.
Sesi Tanya Jawab (56:37 - 1:17:15):
Narasumber menjelaskan langkah praktis saat dilakukan telusur ke unit, yaitu dengan menyiapkan regulasi (SPO), melakukan observasi langsung terhadap kepatuhan staf, dan melakukan wawancara. Ditekankan juga penanganan khusus bagi pasien dengan MDRO (seperti SBL atau MRSA) melalui kohorting, penandaan, dan pemutusan rantai transmisi melalui kebersihan tangan dan lingkungan.
Kesimpulan sesi ini adalah pentingnya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di seluruh unit kerja, bukan hanya sekadar untuk memenuhi dokumen akreditasi.