Перейти к содержимому

Sehari Kehidupan di Majapahit 1360

Jejak Sejarah

0:00 / 0:00

Sehari Kehidupan di Majapahit 1360

1 183 просмотра · 1 дн. назад
Jejak Sejarah
163 подписчика
1 183 просмотра · 1 дн. назад
Sekitar tahun 1360, masa kejayaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Kamu adalah Bagus, dua belas tahun, anak petani dari desa di tepi Sungai Brantas. Hari ini kamu ikut ayah membawa padi ke ibu kota, tepat saat kota merayakan pesta besar bulan Caitra. Ikuti satu hari penuh kehidupan rakyat Majapahit: rumah dan sumur jobong di desa, sawah dan pajak hasil bumi, perahu padi di Sungai Brantas, kampung perajin gerabah dan pandai emas, pasar dengan uang kepeng, tuak dan sirih pinang, pakaian dan tanda status bangsawan, candi Siwa, biara Buddha, warga Muslim di Troloyo, sampai pesta Caitra saat Hayam Wuruk sendiri menari di depan rakyatnya. Tiga misteri yang kita jawab: 1. Kerajaan sekaya Majapahit punya banyak emas, tetapi mengapa rakyatnya berbelanja dengan koin tembaga dari negeri Tiongkok? 2. Tanpa seragam dan tanda pengenal, bagaimana orang tahu siapa bangsawan dan siapa petani hanya dengan sekali lihat? 3. Pemeluk Siwa, Buddha, dan Islam tinggal di satu kota. Bagaimana mereka bisa hidup berdampingan? BAB 00:00 Pembuka: subuh di desa tepi Brantas 02:01 Menyusuri Sungai Brantas ke ibu kota 03:23 Kampung para perajin 04:40 Pasar dan uang kepeng 06:10 Pakaian dan tanda status 07:51 Candi, pendeta, dan tiga agama 09:28 Pesta Caitra dan sang raja 10:45 Pulang ke desa dan Mitos atau Fakta Bagus, Pak Sura, Mbok Rukmi, Paman Kriya, Juragan Lim, Saudagar Hasan, dan Ki Demung adalah tokoh rekaan. Hayam Wuruk dan Gajah Mada adalah tokoh sejarah. Kehidupan sehari-hari dalam video ini disusun dari sumber sejarah dan temuan arkeologi. Kalau kamu hidup di Majapahit, kamu ingin jadi apa: petani, perajin, pedagang, atau pejabat? Tulis di kolom komentar. Subscribe untuk hari-hari lain di masa lalu. #Majapahit #KehidupanMajapahit #Trowulan #HayamWuruk #GajahMada #SejarahNusantara #SejarahIndonesia #SejarahJawa #JejakSejarah #SehariMenjadi SUMBER Nagarakretagama (Desawarnana), Mpu Prapanca, 1365 Ma Huan, Yingya Shenglan (sekitar 1433), bagian tentang Jawa Prasasti Canggu (1358) Kakawin Sutasoma, Mpu Tantular Temuan arkeologi Trowulan dan koleksi Museum Majapahit Patridina, Trilaksana & Kesuma Puja, "Majapahit Housing Roof: Analysis of Terracotta Miniature Houses", Tarikhuna 6(2), 2024 Slamet Muljana, Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit KREDIT FOTO Miniatur rumah terakota, koleksi Pusat Informasi Majapahit: Patridina dkk. (2024), jurnal Tarikhuna, CC BY-SA 4.0 Relief bangunan Majapahit, Trowulan: H. Maclaine Pont, CC0 (Wikimedia Commons) Sumur jobong: Annidafattiya, CC BY 4.0 (Wikimedia Commons) Gapura Wringin Lawang: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 3.0 (Wikimedia Commons) Candi Tikus: Eddysond29, CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons) Nisan berinskripsi dari Troloyo: Febri Ady Prasetyo, CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons) Celengan terakota, Museum Nasional Jakarta: Midori, CC BY 3.0 (Wikimedia Commons) Museum Majapahit, Trowulan: Anandajoti Bhikkhu, CC BY 2.0 (Wikimedia Commons) Naskah lontar Nagarakretagama: domain publik (Wikimedia Commons) Peta: garis pantai Natural Earth (domain publik). Gambar ilustrasi dibuat dengan AI. Narasi suara AI.