Перейти к содержимому

Romo Ca-fe : Protestan bertanya : Apakah boleh meminta didoakan dengan orang yang sudah meninggal..?

KEBENARAN MEMERDEKAKANMU

0:00 / 0:00

Romo Ca-fe : Protestan bertanya : Apakah boleh meminta didoakan dengan orang yang sudah meninggal..?

1 374 просмотра · 8 дн. назад
KEBENARAN MEMERDEKAKANMU
2,15 тыс. подписчиков
1 374 просмотра · 8 дн. назад
Gereja Katolik memperbolehkan dan menganjurkan umat untuk meminta doa syafaat dari para orang kudus (santo dan santa) yang sudah pasti berada di surga, namun tidak mengajarkan memohon doa kepada orang biasa yang baru meninggal dan belum tentu status keselamatannya di surga. Berikut adalah penjelasan resmi Gereja Katolik serta kaitannya dengan ayat-ayat yang Anda sebutkan: Penjelasan Umum Gereja Katolik Persekutuan Para Kudus (The Communion of the Saints): Gereja Katolik mengajarkan bahwa seluruh umat beriman—baik yang masih hidup di dunia, yang sedang dimurnikan di Api Penyucian (Purgatorium), maupun yang sudah mulia di Surga—berada dalam satu kesatuan Tubuh Kristus (1 Korintus 12:26-27). Perbedaan Meminta Doa vs. Mendoakan: Meminta didoakan (Syafaat): Umat Katolik boleh meminta para Santa/Santo (yang sudah dikanonisasi dan pasti di surga) untuk mendoakan mereka kepada Allah (KGK 956). Mendoakan orang meninggal: Umat Katolik justru mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal (terutama yang berada di Api Penyucian) agar mereka segera memperoleh pemurnian dan masuk ke dalam kemuliaan surga. Terhadap kerabat yang meninggal, Gereja memiliki harapan tetapi tidak tahu pasti apakah mereka sudah di surga atau di Purgatorium, sehingga yang dilakukan adalah mendoakan mereka, bukan menjadikan mereka pendoa syafaat. Makna dan Penafsiran Ayat Alkitab Wahyu 5:8 ("...keempat makhluk hidup dan kedua puluh empat penatua itu sujud di hadapan Anak Domba... memegang kecapi dan cawan-cawan emas penuh dupa, yang merupakan doa-doa orang-orang kudus") Penjelasan Katolik: Ayat ini menunjukkan kenyataan liturgi surgawi. Para tua-tua dan makhluk surgawi di hadapan takhta Allah mempersembahkan doa-doa umat beriman. Ini menjadi dasar biblis bahwa orang-orang kudus di surga tidak terputus dari umat di bumi dan ikut membawa/meneruskan doa-doa umat kepada Allah sebagai bentuk kasih persaudaraan dalam Kristus. Wahyu 8:3-4 ("Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezar... dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk mempersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas...") Penjelasan Katolik: Menguatkan pemahaman bahwa doa-doa dari jemaat di dunia diangkat dan dipersatukan di dalam persekutuan surgawi di hadapan Allah. Yohanes 11:25 ("Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati") Penjelasan Katolik: Ayat ini adalah dasar iman tentang kemenangan atas maut. Kematian fisik bukanlah pemutus relasi total bagi orang yang percaya kepada Kristus. Karena hidup di dalam Kristus bersifat kekal, relasi cinta dan persekutuan antaranggota Tubuh Kristus (yang hidup dan yang sudah berpindah ke alam baka) tetap terjalin dalam persekutuan iman. Wahyu 19:1 ("Kemudian daripada itu aku mendengar seperti suara kegaduhan yang hebat dari orang banyak yang besar di surga, katanya: 'Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita...'") Penjelasan Katolik: Menggambarkan pujian dan sukacita Gereja yang menang (Church triumphant) di surga yang bersatu padu memuji Allah, menunjukkan realitas hidup surgawi yang aktif dalam menyembah Tuhan dan bersatu dengan seluruh anggota Gereja.