Перейти к содержимому

GEGER !! LAUTAN MANUSIA SAMBUT JOKOWI DI CIREBON . ADA YANG NGAJAK MAKAN BAKSO

PARBELLAK channel и ещё 2

0:00 / 0:00

GEGER !! LAUTAN MANUSIA SAMBUT JOKOWI DI CIREBON . ADA YANG NGAJAK MAKAN BAKSO

113 821 просмотр · 19 часов назад
PARBELLAK channel и ещё 2
113 821 просмотр · 19 часов назад
Suasana Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026), mendadak berubah riuh. Ribuan warga tumpah ke ruas jalan permukiman. Sebagian berdiri berdesakan di sisi jalan, sebagian lainnya memilih mencari posisi yang lebih tinggi demi mendapatkan pandangan yang lebih jelas. Ponsel-ponsel terangkat ke udara. Kamera diarahkan ke satu titik menuju rombongan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. Sekitar pukul 10.45 WIB, rombongan Jokowi tiba di titik penyambutan yang telah dipersiapkan di kawasan kediaman Ustadz Ujang Bustomi. Kedatangan tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode itu sontak mengundang antusiasme warga. Mereka ingin melihat langsung sosok Jokowi yang selama ini lebih sering disaksikan melalui layar televisi maupun media sosial. Riuh suara warga semakin terdengar ketika Jokowi turun dari mobil. Ia tampil mengenakan jas berwarna biru, peci, dan kalung bunga yang melingkar di lehernya. Di titik penyambutan, Jokowi langsung disambut Ujang Bustomi selaku tuan rumah. Prosesi itu turut dihadiri Bupati Cirebon Imron dan sejumlah pejabat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon. Jokowi tidak datang sendirian. Putranya, Kaesang Pangarep, terlihat mendampingi dalam rombongan. Namun, perhatian warga ternyata belum berhenti pada prosesi penyambutan. Sebab, dari titik tersebut Jokowi tidak langsung menaiki kendaraan untuk menuju lokasi hajatan. Ia memilih berjalan kaki menembus kerumunan warga dengan jarak yang harus ditempuh memang tidak terlalu jauh, sekitar 500 meter. Tetapi perjalanan tersebut menjadi momen yang justru paling menarik perhatian. Jokowi berjalan menuju Padepokan Anti Galau, lokasi utama hajatan Ujang Bustomi, dengan dikelilingi warga yang sejak pagi telah menanti kedatangannya. Di kanan dan kiri jalan, warga terus mengarahkan kamera ponsel. "Pak Jokowi!," teriakan Abdul (38) warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Teriakan warga terdengar dari berbagai arah. Termasuk Abdul yang terus berteriak nama Jokowi disaat rombongan melintas. Ia bersama warga yang berada cukup dekat dengan jalur rombongan berusaha mengulurkan tangan. Jokowi beberapa kali menyapa dan bersalaman dengan warga yang berada di tepi jalan. "Maunya sih tadi minta foto, tapi ya desak-desakan begini. Mau deket aja susah apalagi mau minta foto," terangnya. Ia juga mengaku baru pertama kali melihat Jokowi meski setelah mejabat sebagai Presiden Indonesia selama dua periode atau satu dekade. "Ini baru pertama kali lihat sih, soalnya selama jadi Presiden belum pernah lihat sedekat ini juga," bebernya. Petugas keamanan pun harus bekerja ekstra. Barikade dibuat untuk menjaga agar kerumunan warga tidak semakin mendekat ke jalur rombongan. Sejumlah awak media dan fotografer juga tampak bergerak mencari sudut terbaik untuk mengabadikan momen tersebut. Di tengah cuaca yang cukup terik, payung-payung terlihat menaungi rombongan. Dari tempat yang lebih tinggi, pemandangan kerumunan warga tampak semakin jelas. Barisan manusia memanjang mengikuti jalur yang dilalui Jokowi menuju padepokan. Perjalanan sekitar 500 meter itu pun berubah menjadi semacam parade spontan. Bukan karena Jokowi menaiki kendaraan khusus, melainkan karena ia berjalan di tengah warga. Ada Kereta Kencana, tetapi Tak Digunakan Padahal, sebuah kereta kencana telah disiapkan untuk menyambut kedatangan Jokowi. Kereta kencana Paksi Naga Liman tersebut didatangkan langsung dari kawasan Gunung Jati. Penampilannya cukup mencolok. Ornamen kepala naga atau burung, mahkota, ukiran, hingga ronce bunga melati membuat kereta tersebut tampak megah di antara rangkaian prosesi penyambutan. Kereta kencana itu bahkan ditempatkan di tengah rangkaian acara. Namun, Jokowi ternyata tidak menaikinya. Alih-alih menggunakan kereta kencana yang telah disiapkan, ia memilih berjalan kaki menuju lokasi hajatan. Pilihan tersebut justru membuat interaksi Jokowi dengan warga berlangsung lebih dekat. Warga yang berjejer di sepanjang jalan memiliki kesempatan untuk melihat dari jarak dekat, melambaikan tangan, mengambil foto, bahkan bersalaman langsung. Suasana penyambutan semakin semarak dengan hadirnya marching band yang turut mengiringi prosesi. Setelah berjalan sekitar 500 meter, Jokowi akhirnya tiba di Padepokan Anti Galau. Ia kemudian memasuki lokasi utama hajatan untuk menghadiri acara syukuran atau walimatul khitan putra bungsu Ujang Bustomi. Dari Undangan Sang Anak hingga Kehadiran Jokowi Kehadiran Jokowi di hajatan Ujang Bustomi sebenarnya telah menjadi perhatian jauh sebelum acara berlangsung. Salah satu pemicunya adalah beredarnya banner penyambutan yang terpasang di kawasan Padepokan Anti Galau. #jokowidodo #prabowosubianto #gibranrakabumingraka #kabinetmerahputih #politikindonesia #roysuryo #rismonsianipar #doktertifa #pdiperjuangan #megawatisoekarnoputri