Перейти к содержимому

Menko Bahlil Tiba-tiba Gebrak Meja Bahas PLTN: Bangsa Kita Enggak Boleh Diatur Negara Lain!

Tribun Bengkulu

0:00 / 0:00

Menko Bahlil Tiba-tiba Gebrak Meja Bahas PLTN: Bangsa Kita Enggak Boleh Diatur Negara Lain!

6 092 просмотра · 4 дн. назад
Tribun Bengkulu
672 тыс. подписчиков
6 092 просмотра · 4 дн. назад
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan Indonesia tidak boleh diatur negara lain dalam menentukan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Pernyataan itu disampaikannya sambil menggebrak meja saat konferensi pers ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026). Momen tersebut terjadi ketika Bahlil menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana pembangunan PLTN di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Halmahera, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau (Kepri). Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan meminta penjelasan mengenai lokasi pembangunan PLTN, calon mitra kerja sama, teknologi yang akan digunakan, serta kapasitas pembangkit yang direncanakan. Menanggapi pertanyaan itu, Bahlil menjelaskan pemerintah masih mengkaji sejumlah lokasi potensial. Selain Halmahera dan Kepri, wilayah Kalimantan dan Sumatera juga masuk dalam pertimbangan. “PLTN nuklir yang akan di Halmahera itu, kalau tidak salah dalam kajian sekarang, masih dalam kajian itu dengan Rusia,” ujar Bahlil. Ia menegaskan, penentuan lokasi pembangunan belum final karena pemerintah masih mempertimbangkan hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS). “Ini kita kaji dulu, kita sedang mempertimbangkan, kalau sudah lolos FS-nya, baru kita lakukan,” katanya. Bahlil: Bangsa Kita Enggak Boleh Diatur-atur Negara Lain Dalam sesi tersebut, wartawan kembali menanyakan kemungkinan lokasi pembangunan PLTN di Kepulauan Riau, termasuk Batam. Bahlil merespons dengan nada bercanda sebelum menegaskan bahwa keputusan penempatan pembangkit harus didasarkan pada kelayakan dan kebutuhan Indonesia. “Kamu mau di mana? Di Batam atau di mana? Sudah saya ikut kau saja yang penting lolos FS. Saya suka kau punya statement, om suka, om suka,” ujar Bahlil. Ia kemudian menegaskan bahwa pembangunan PLTN di wilayah Indonesia merupakan bagian dari kewenangan pemerintah, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan. “Dimungkinkan, kalau memenuhi standar FS-nya, kenapa harus ragu?” katanya. Bahlil selanjutnya menekankan bahwa Indonesia harus memiliki keleluasaan dalam menentukan lokasi pembangunan infrastruktur energi di wilayahnya sendiri. “Jadi orang itu, bangsa kita ini enggak boleh diatur-atur sama negara lain,” tegas Bahlil sambil menggebrak meja. Ia melanjutkan, penentuan lokasi pembangunan PLTN harus mengacu pada pemenuhan standar kelayakan, bukan pada tekanan dari negara lain. “Wilayah-wilayah kita, kok kita mau taruh di mana pun selama memenuhi, kan apa urusan? Kenapa harus negara lain yang mengatur-atur kita?” ujarnya. Lokasi dan Mitra PLTN Masih Dikaji Pemerintah saat ini mempertimbangkan sejumlah wilayah sebagai calon lokasi pembangunan PLTN untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain Halmahera dan Batam di Kepulauan Riau, beberapa lokasi di Kalimantan dan Sumatera juga masuk dalam kajian. Khusus untuk Halmahera, Bahlil menyebut kemungkinan kerja sama dengan Rusia masih dalam tahap pembahasan. Sementara itu, pemerintah belum menetapkan secara final seluruh lokasi, negara mitra, teknologi, maupun kapasitas pembangkit yang akan digunakan. Bahlil menyatakan negara yang menjadi mitra pengembangan PLTN harus memiliki kemampuan teknologi nuklir dan rekam jejak yang teruji. Dengan demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan kajian kelayakan sebelum mengambil keputusan untuk merealisasikan pembangunan di lokasi-lokasi yang dipertimbangkan. Pernyataan Bahlil dalam konferensi pers tersebut menegaskan dua hal, yakni rencana pengembangan PLTN untuk mendukung ketahanan energi nasional dan sikap pemerintah bahwa penentuan lokasi pembangunan di wilayah Indonesia harus didasarkan pada hasil kajian serta standar kelayakan yang berlaku. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram ---------   / tribun_bengkulu   Like fanspage ---------   / tribunbengkulu