Progres Perkembangan Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta per Maret 2026
MRTv
0:00 / 0:00
Progres Perkembangan Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta per Maret 2026
52 549 просмотров · 4 месяца назад
MRTv
42,8 тыс. подписчиков
52 549 просмотров · 4 месяца назад
Rel Fase 1 dan 2A Telah Tersambung!
“Pengecoran track bed terowongan northbound (arah utara) dari Bundaran HI hingga Stasiun Thamrin telah selesai dilakukan. Selanjutnya, tim MRT Jakarta dan kontraktor akan memulai pekerjaan pengecoran track bed terowongan southbound (arah selatan) Bundaran HI—Thamrin. Metode kerja ini dilakukan karena kami juga siap untuk mulai melakukan instalasi pintu tepi peron (platform screen door),” jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina.
Setelah itu, lanjut Weni, tim akan mengerjakan pengecoran track bed terowongan northbound (arah utara) Thamrin—Monas dan southbound (arah selatan) Thamrin—Monas. “Kami menargetkan penyelesaikan pengecoran track bed kedua terowongan pada akhir 2026 ini,” tuturnya. “Kami optimistis rencana penyelesaian seluruh pekerjaan sipil pada akhir 2027 sehingga tahapan integrating, commissioning, and testing (ICT) dapat segera dilakukan sebelum operasional segmen 1 Bundaran HI—Monas dilakukan,” pungkasnya.
Rel yang digunakan pada fase 2A ini diproduksi oleh Nippon Steel, Fukuoka, Jepang. Struktur rel yang diterapkan menggunakan sistem direct fixation track with PC Sleeper (bantalan beton prategang). Jenis struktur ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain daya tahan tinggi hingga 50 tahun, ketahanan melintang yang baik (transverse resistance), kemudahan dalam konstruksi (constructability), serta kebutuhan perawatan yang rendah dan sederhana.
Salah satu tipe bantalan rel yang digunakan adalah Synthetic Sleeper Material untuk bantalan rel, khususnya pada bagian wesel dan persilangan. Material ini dibuat dari hasil pemampatan serat kaca tunggal (single strands of glass fibre) yang dipadukan dengan busa poliuretan, kemudian diproses dengan alat pengepres bertekanan tinggi. Beratnya setara dengan kayu, namun memiliki berbagai kelebihan seperti: Sifat mekanis yang unggul, daya tahan tinggi terhadap air dan bahan kimia (asam, air laut, dan zat alkali), Isolasi listrik yang sangat baik, Ketahanan terhadap minyak (oil resistance). Dibandingkan dengan bantalan beton prategang (PC Sleeper), material sintetis ini memiliki bobot yang lebih ringan sehingga mempercepat waktu konstruksi. Selain itu, perawatan dan perbaikan menjadi lebih mudah, serta frekuensi pemeliharaan dan penggantian material dapat ditekan.
Dari sisi penyambungan rel, proyek Fase 2A menggunakan metode Continuous Welded Rail (CWR) dengan teknik flash butt welding dan thermit welding. Di antara keduanya, flash butt welding menawarkan berbagai keunggulan, seperti kekuatan sambungan yang hampir setara dengan material rel asli, ketahanan terhadap korosi dan keausan, serta kestabilan terhadap perubahan suhu ekstrem. Proses pengelasan dengan metode ini juga lebih cepat dan menghasilkan sambungan berkualitas tinggi dibandingkan metode lain.
#mrtjakarta #ubahjakarta