Перейти к содержимому

Progres Perkembangan Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta per April 2026

MRTv

0:00 / 0:00

Progres Perkembangan Fase 2A Lin Utara-Selatan MRT Jakarta per April 2026

55 499 просмотров · 2 месяца назад
MRTv
42,8 тыс. подписчиков
55 499 просмотров · 2 месяца назад
Per April 2026 Konstruksi CP 205 Capai 44,06 Persen, Targetkan 55 Persen Akhir 2026 Perkembangan pembangunan fase 2A lin utara selatan Bundaran HI—Kota terus menunjukkan kemajuan signifikan. Per April 2026, pembangunannya telah mencapai 59,76 persen dari target 58,76 persen. PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI—Monas pada akhir 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029. Sejumlah milestone konstruksi telah tercapai seperti tersambungnya rel fase 1 dan 2A lin utara selatan dan persiapan pemasangan pintu tepi peron (platform screen doors) segmen 1 Bundaran HI—Monas. Pada paket kontrak CP205, perkembangan signifikan ditunjukkan dengan penyelesaian 44,06 persen pekerjaan dari target 36,84 persen pada April 2026. Paket yang terdiri dari sistem perkeretaapian dan pekerjaan rel ini telah menyelesaikan pengelasan rel dengan metode flashbutt welding dan sudah memulai proses pengecoran track bed. Pintu tepi peron segmen Bundaran HI—Monas telah tiba di area project Stasiun Thamrin dan sedang dalam tahap persiapan pemasangan. Tahapan ini menunjukkan komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) mempercepat penyelesaian konstruksi menyongsong target pengoperasian hingga Monas pada 2027 mendatang. CP 205 merupakan bagian dari paket kontrak kerja pembangunan MRT Jakarta fase 2A. Paket kontrak 205 ini meliputi gardu induk (substation system), sistem distribusi daya (power distribution system), listrik aliran atas (overhead contact system), persinyalan (signaling), telekomunikasi, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), rel (track), dan pintu tepi peron (platform screen doors). PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan total perkembangan konstruksi mencapai 65,03 persen pada akhir 2026. Fase 2A lin utara selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Monas yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029. Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Berbeda dengan fase 1, fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development). Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. #mrtjakarta #ubahjakarta