Перейти к содержимому

Raja Sriwijaya yang Membangun Wihara di India | Episode 2

Saksi Sejarah

0:00 / 0:00

Raja Sriwijaya yang Membangun Wihara di India | Episode 2

71 просмотр · 6 дней назад
Saksi Sejarah
20 подписчиков
71 просмотр · 6 дней назад
Desember 2025, India memberikan sebuah lempeng tembaga kepada Indonesia. Kini lempeng itu dipajang di Museum Muarajambi, di Jambi. Itu tiruan. Aslinya ada di New Delhi. Isinya surat dari seorang raja kita, lebih dari seribu seratus tahun lalu. Raja dari Pulau Emas. Ia membangun sebuah wihara. Di India. Kalau aku tidak melihatnya sendiri, aku akan bilang: 👁 Aku lihat sendiri = bukti arkeologi atau catatan sezaman ◐ Kata orang... = kronik, tradisi lisan, catatan yang diperdebatkan BAB 00:00 Surat dari Pulau Emas 01:02 Pulau Emas 03:21 Surat ke perkemahan raja 04:59 Siapa raja ini? 06:11 Saling menghormati 07:00 Kebiasaan yang diwariskan 08:09 Arah yang terbalik 09:49 Di mana mereka belajar? 10:26 Kembali ke kini SUMBER 👁 Lempeng Nalanda Dewapaladewa: Epigraphia Indica 17 (Sastri, 1924); terjemahan DHARMA (Furui dan Griffiths); Antara, 19 Des 2025 ◐ Asal Balaputradewa dan hubungannya dengan Jawa: de Casparis 1950/1956; Sarkar 1986 👁 UNESCO World Heritage Centre, Borobudur; Kepmendikbud 259/M/2013; UNESCO Tentative List 6827 👁 Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo: Coedes 1930, Boechari 1986, DHARMA; Manguin 2017 dan 2025; BMKG (hari tanpa bayangan) 👁 Yijing, T1453, T2066, T2125; Takakusu 1896; Wolters 1986 👁 Prasasti Wat Sema Mueang (basis data prasasti nasional Thailand) 👁 Song shi, juan 489 (Sanfoqi); lukisan istana Kaisar Zhenzong, Museum Istana Nasional 👁 Skilling 1997 (JSS 85); Sinclair 2021; Eimer 1985; Sferra 2008 ◐ Riwayat Atisha: Rnam thar rgyas pa dan catatan 'Brom ston (via Sinclair 2021); Skilling 1997; terjemahan Tibet dalam Inandiak, studybuddhism.com 👁 Arti kata Sailendra: Monier-Williams 1899 Periodisasi era: Sejarah Nasional Indonesia (SNI) Ilustrasi, suara narator, dan musik dilengkapi dengan AI. Riset, naskah, dan karakter: tim Saksi Sejarah. Foto dan arsip: Lempeng Nalanda, Epigraphia Indica 17 (1924), domain publik. Foto Gunawan Kartapranata (CC BY-SA 4.0 dan 3.0), Sumitsurai (CC BY-SA 4.0), Nada1330 (CC BY-SA 4.0), Firzafp (CC BY-SA 4.0), Purnawibawa, The Prau Maritime Project (CC BY-SA 4.0), Emran Kassim (CC BY 2.0), Anandajoti Bhikkhu (CC BY 2.0). Lukisan Atisha: Metropolitan Museum 38006, domain publik. Ilustrasi yang dibuat dari foto CC BY-SA dibagikan dengan lisensi yang sama. Musik: dibuat dengan Lyria (Google), dikurasi oleh tim Saksi Sejarah: "Where the River Meets", "The Bronze Path", "Beneath the Bronze Strike", "Shadows on the Temple Floor". --- In December 2025, India gave Indonesia a copper plate. It is now on display in the Muarajambi Museum, in Jambi. It is a replica. The original is in New Delhi. It holds a letter from one of our kings, more than eleven hundred years ago. A king from the Golden Isle. He built a monastery. In India. If I didn't see it myself, I'll tell you. Sources and chapters above. #SejarahIndonesia #SaksiSejarah #HistoriaNusantara