Перейти к содержимому

1 Raja-raja 7:13-51, Simbol Kehadiran Tuhan | eSH 15 Okt '26

Sahabat Santapan Harian

0:00 / 0:00

1 Raja-raja 7:13-51, Simbol Kehadiran Tuhan | eSH 15 Okt '26

124 просмотра · 2 нед. назад
Sahabat Santapan Harian
212 подписчиков
124 просмотра · 2 нед. назад
◾Artikel Renungan : https://sabda.org/publikasi/e-sh/2026... 📞 0811 9910 377 ◾Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks. ◾Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab Kamis, 15 Oktober 2026 (Minggu ke-20 sesudah Pentakosta) ◾1 Raja-raja 7:13-51 ◾Simbol Kehadiran Tuhan Simbol adalah tanda yang menyatakan sesuatu atau mengandung maksud tertentu. Jadi, kalau seseorang memasang suatu simbol, pasti ada maknanya. Saat membangun Bait Suci, Raja Salomo tidak hanya mendirikan suatu bangunan fungsional. Selain memperhatikan bahan (13-14), jumlah, ukuran, bentuk (30-37), letak, dan pembuatan dari segala perlengkapan (38-50), ia juga memenuhi Bait Suci dengan berbagai simbol. Contoh pertama adalah dua tiang tembaga (15-22) dengan hiasan berbentuk buah delima yang merupakan simbol kehidupan, dan bunga bakung yang merupakan simbol kemurnian. Kedua tiang itu dinamai Yakhin dan Boas untuk mengingatkan akan kebesaran Tuhan. Yakhin berarti "Dia meneguhkan", dan Boas berarti "di dalam Dia ada kekuatan". Contoh kedua adalah "laut" tuangan (23-26), yang berfungsi untuk pembasuhan imam. "Laut" merupakan simbol penyucian, sekaligus simbol kuasa Tuhan yang melampaui segala kekacauan dan kuasa gelap yang sering digambarkan berada di laut. Pilihan simbol menolong umat yang beribadah di Bait Suci merasakan kehadiran Tuhan. Tidak hanya telinga mendengarkan para imam, mulut menyanyikan mazmur dan memanjatkan doa, hidung menghirup harum persembahan ukupan, dan tangan mengulurkan persembahan, tetapi mata umat pun melihat kebesaran dan kuasa Tuhan. Belajar dari hal ini, demikian pula mestinya gedung gereja diperlakukan. Setiap benda yang diletakkan dan dipasang di dalam gedung gereja hendaknya memiliki makna yang menolong umat merasakan kehadiran Tuhan. Dengan demikian, indra penglihatan umat pun terbiasa menarik makna dari setiap hal yang terdapat di dalam gedung gereja dan menghayati karya Tuhan melaluinya. Lebih jauh, penting bagi kita memperhatikan simbol-simbol yang kita adakan di rumah kita. Setiap benda yang dipajang hendaknya bukan sekadar indah, tetapi menolong setiap anggota keluarga memaknai keberadaan dirinya dan kehadiran Tuhan di tengah keluarga di rumah itu. [KRS]