Перейти к содержимому

Jenazah Aris Sanda Tiba di Kampung Halaman, Disambut Isak Tangis Keluarga dan Kerabat

Tribun Timur

0:00 / 0:00

Jenazah Aris Sanda Tiba di Kampung Halaman, Disambut Isak Tangis Keluarga dan Kerabat

3 638 просмотров · 18 часов назад
Tribun Timur
9,39 млн подписчиков
3 638 просмотров · 18 часов назад
#tribuntimur #tribunviral #jenazah #arissanda #kampunghaaman #tangis #tangiskeluarga #haru Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, BANGKELEKILA - Tangis keluarga pecah saat jenazah Aris Sanda, warga Toraja Utara yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Papua Pegunungan, tiba di kampung halamannya, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Jenazah tiba di Tongkonan Kalintiong, Dusun Tampan, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Iring-iringan jenazah tiba dengan sejumlah mobil dan sepeda motor. Suara mesin motor yang digeber terdengar mengiringi perjalanan, disusul suara sirene ambulans yang membawa jenazah. Semakin dekat dengan rumah duka, suasana haru mulai terasa. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat ambulans tiba di lokasi. Sebelum menuju rumah duka di Dusun Tampan, jenazah terlebih dahulu singgah di rumah keluarga istrinya di Dusun Bonga. Setelah itu, jenazah kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah duka dengan diiringi keluarga, kerabat dan masyarakat. Puncak kesedihan terjadi saat anak almarhum, Tasya, bersama ibunya, Sinta Bilolo, turun dari mobil ambulans. Tasya kemudian langsung memeluk kakeknya, Matius Mase (72), yang sejak kedatangan jenazah tak kuasa menahan tangis. Matius terus memanggil nama anaknya sambil menangis tersedu-sedu. "Ooo Pong Tasya, oo Pong Tasyaa, manggapa mu tappe anakmu dikka ee," ucap Matius sambil memeluk Tasya. Matius juga terdengar berulang kali melantunkan kalimat duka. "Ooo Pong Tasya eee, manggapa mu tappe na, mutampe papa ee," ujarnya. Kalimat tersebut berarti, "Ooo Papa Tasya, mengapa kau tinggalkan saya, kenapa tinggalkan ayahmu ini." Sejumlah keluarga kemudian menghampirinya. Mereka menepuk pundak dan mencoba menenangkan ayah korban yang terus menangisi kepergian anaknya. Sementara itu, Sinta Bilolo juga sempat tak sadarkan diri saat menangis sambil memeluk ayah mertuanya. Tangisan kemudian pecah di antara keluarga dan kerabat yang berada di lokasi. Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua, Zet Saalino, mengaku bersyukur karena jenazah Aris Sanda akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu proses pemulangan jenazah dari Papua hingga Toraja Utara. "Kami sangat bersyukur karena almarhum Aris Sanda tiba dengan baik di kampung halaman. Jenazah sampai ke tujuan tidak terlepas dari peran dan dukungan semua pihak," ujar Zet saat ditemui di Tongkonan Kalintiong, Sabtu (19/9/2026). Menurutnya, dukungan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, Kapolda, masyarakat Toraja serta warga Papua yang turut membantu proses pemulangan jenazah. "Kami juga merasakan bahwa banyak pihak ikut merasakan duka cita yang dialami, duka cita yang ada di Papua pada umumnya dan secara khusus almarhum yang mengalami peristiwa ini. Kami memberikan apresiasi dan sangat berterima kasih kepada semua pihak. Hal tersebut tidak bisa kami balas," katanya. Pernyataan Zet disampaikan di tengah suasana duka keluarga. Suara tangisan masih terdengar dari dalam Tongkonan saat ia menyampaikan keterangannya. Zet mengatakan proses perjalanan jenazah dari Papua menuju Wamena hingga Makassar berjalan lancar tanpa hambatan. "Kami menjemput di Bandara Hasanuddin. Kami difasilitasi untuk pengiriman dan pengantaran dari Makassar. Semua proses berjalan lancar," ujarnya. Kedatangan jenazah Aris Sanda juga disambut ribuan masyarakat, keluarga dan kerabat. Halaman Tongkonan tampak dipadati warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa dan mengikuti prosesi kedatangan jenazah. Masyarakat turut mengiringi perjalanan terakhir Aris Sanda setelah jenazah dipulangkan dari Papua Pegunungan melalui Jayapura dan Makassar. Kronologi Aris Sanda Jadi Korban Aris Sanda merupakan warga Dusun Tampan, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, yang telah lama merantau ke Papua. Ia bekerja sebagai sopir dan menjadi tulang punggung keluarga selama berada di perantauan. Aris menjadi korban penembakan kelompok bersenjata saat menjalankan aktivitasnya di wilayah Papua Pegunungan. Setelah peristiwa tersebut, jenazah Aris dievakuasi ke Wamena sebelum kemudian dipulangkan melalui Jayapura menuju Makassar. Jenazah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 14.40 WITA. Di Makassar, jenazah dijemput Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong bersama keluarga korban. Reporter : Anastasya Saidong Ridwan Narator : Rasni Gani Editor Video : Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur