Перейти к содержимому

Pala Tak Pernah Lebih Mahal dari Emas. Lalu Kenapa Banda Direbut VOC?

Nusantara

0:00 / 0:00

Pala Tak Pernah Lebih Mahal dari Emas. Lalu Kenapa Banda Direbut VOC?

197 просмотров · 9 дн. назад
Nusantara
25 подписчиков
197 просмотров · 9 дн. назад
Satu pon pala di Amsterdam (1771) hanya setara ±2,5 gram emas. Lalu kenapa VOC rela berlayar setengah dunia, menaklukkan, dan mengosongkan Kepulauan Banda demi buah sekecil ini? Film dokumenter 44 menit tentang Banda Neira, pulau mungil di Maluku yang pernah jadi pusat Jalur Rempah dunia. Dari dunia Banda sebelum kompeni, tragedi 1621 menurut surat Coen sendiri, mitos Run–Manhattan, monopoli yang bocor, sampai calon pemimpin republik yang dibuang ke pulau ini. Tonton sampai akhir: jawabannya bukan soal harga. ⏱️ BAB 0:00 Pembuka: pala tidak pernah lebih mahal dari emas 0:53 Empat babak 1:54 Bab 1 · Dunia Sebelum Kompeni 4:06 Negeri tanpa raja 6:39 Rantai yang memanjang 8:32 Peta Jawa dan kapal-kapal asing 10:32 Emas, selisih, dan benturan 12:37 Gema hari ini 13:55 Bab 2 · Coen Menulis "Tanpa Pertumpahan Darah" 14:41 Jalan menuju 1621 16:06 Rencana yang ditulis 17:38 Lonthor jatuh 18:39 Gunung dan kelaparan 20:38 Titik balik & perdebatan 22:39 Gema hari ini 24:13 Bab 3 · Run Tidak Pernah Ditukar dengan Manhattan 24:47 Pabrik di bawah kenari 27:08 Lapis demi lapis 28:28 Menjaga harga 29:59 Breda 31:41 Monopoli yang bocor 34:17 Gema hari ini 35:38 Bab 4 · Pulau Pala yang Menampung Calon Pemimpin Republik 36:10 Pulau di pinggiran 37:05 Hafil dan Om Rir 38:45 Murid-murid pulau 39:50 Dari buangan ke republik 40:47 Lava yang menjadi karang 42:29 Gema hari ini 43:22 Penutup: jadi, mengapa? ⚠️ CATATAN Angka korban 1621 berasal dari laporan Coen sendiri dan diberi keterangan begitu di film; istilah "genosida" diperdebatkan, pendapat para peneliti disajikan beserta namanya. Gambar yang bukan dari Banda, rekonstruksi, dan ilustrasi diberi label di layar. Film propaganda 1942–1944 ditampilkan sebagai dokumen sejarah. Angka dibulatkan. 📚 SUMBER RISET (pilihan) H.T. Colenbrander (ed.), Jan Pietersz. Coen: Bescheiden omtrent zijn bedrijf in Indië, jil. I (1919) Tomé Pires, Suma Oriental, terj. A. Cortesão (Hakluyt Society, 1944) F.G. Davenport (ed.), European Treaties…, vol. II (1929): Perjanjian Breda 1667 J. Crawfurd, History of the Indian Archipelago III (1820) · A. Smith, Wealth of Nations IV.7 (1776) T. Oxley, The Banda Nutmeg Plantations, Hooker's Journal of Botany IX (1857) Sjahrazad (Sutan Sjahrir), Indonesische overpeinzingen (1945), via DBNL P. Lape dkk., Asian Perspectives 57(2) (2018) · P. Lape, World Archaeology 32(1) (2000) V.C. Loth, Pioneers and Perkeniers, Cakalele 6 (1995) · S.J. Miske, JSEAS 56 (2026) T.J. Zumbroich (2005) · T. Tomascik dkk., Coral Reefs 15 (1996) J. van Donkersgoed & M. Farid, Wacana 23(2) (2022) · M. Farid (2020) Harga: N.W. Posthumus via MEMDB · P. de Zwart, VOC Prices 1608–1800 (DataverseNL) UNESCO Tentative List 6065 (2015) · Mongabay Indonesia (24 Des 2025) 🎞️ FOOTAGE, FOTO & PETA — terima kasih kepada (sumber: Wikimedia Commons, YouTube CC BY, arsip yang disebut): CC BY-SA 3.0: Tropenmuseum · Quartl · Corpse Reviver CC BY 4.0: KITLV / Leiden University Libraries · Сарапулов · Oceanmuse CC BY-SA 4.0: Affandy Murad · Zhilal Darma CC BY 3.0: Zeeuwse Ankers · National Library of Australia · Kauko Helavuo · Universiteit van Nederland CC BY (YouTube): Seth Setiadha · minus four degree · Andy Rhepot · ADI NUGRAHA · Rimbun Sekebun · Tammy Swart · Africa for the Africans Tours · Dery Setiady · Tohari Achmad · giovani rainanto CC BY 2.0: David Stanley CC BY-SA 2.0: gbohne Film arsip (Domain Publik / Public Domain Mark): Beeld en Geluid · Willy Mullens — film propaganda diberi label di layar Gravir, peta & foto arsip (CC0 / Domain Publik): Rijksmuseum · Koninklijke Bibliotheek · BnF Gallica · Willem Blaeu · The Metropolitan Museum of Art · Christoffel Adolphi · Nationaal Archief (koleksi Leupe) · Nationaal Archief · Artus Gijsels · Jacob Waben · UvA · New York Public Library · Anefo, Nationaal Archief · anonim Video stok (Mixkit / Pexels): Mixkit · teras dondon · Christopher More · Pexels Peta & satelit: NOAA NCEI ETOPO 2022 · Natural Earth · EOxCloudless 2016 by EOX IT Services GmbH (Contains modified Copernicus Sentinel data 2016), CC BY 4.0 · Produced using Copernicus WorldDEM-30 © DLR e.V. 2010-2014 and © Airbus Defence and Space GmbH 2014-2018 provided under COPERNICUS by the European Union and ESA; all rights reserved 🎵 MUSIK: Koleksi Audio YouTube — Event Horizon · The Palace Gardens · Laniakea · Pulsar · Drifting Memories · Red Shift · Viral Dirge · False Vacuum Decay · Singularity · Way Back Home (The Grey Room / Density & Time · Asher Fulero · The Mini Vandals · Ryan Stasik · Simon Herody); efek suara ombak: Koleksi Audio YouTube; Gong GAf & GAp (Casa da Musica's Javanese gamelan): Digitópia Casa da Música (Wikimedia Commons, Artistic License 2.0) 🔔 Berlangganan NUSANTARA untuk kisah berikutnya. Setiap Tempat Punya Cerita. ✍️ Riset, naskah, dan penyuntingan: NUSANTARA. #BandaNeira #SejarahIndonesia #FilmDokumenter #Pala #VOC #JalurRempah #Maluku #Nusantara