Seratus Kapal Jepara Melawan Portugis. Lalu Laut Kita Hilang
Nusantara
0:00 / 0:00
Seratus Kapal Jepara Melawan Portugis. Lalu Laut Kita Hilang
326 просмотров · 6 дней назад
Nusantara
33 подписчика
326 просмотров · 6 дней назад
Januari 1513: sekitar seratus kapal dari Jepara mencoba merebut kembali Malaka dari Portugis, dan hampir seluruh armada itu habis terbakar. Dalam lebih dari dua abad sesudahnya, pelabuhan-pelabuhan besar Nusantara jatuh satu per satu: Malaka, Jepara, Surabaya, Makassar, Banten.
Siapa yang sebenarnya menutup laut kita? Apakah layar Nusantara benar-benar turun? Dan apa yang tersisa hari ini? Film ini menelusurinya lewat catatan sezaman, angka, dan perdebatan para sejarawan, dari Malaka 1511 sampai Deklarasi Djuanda dan hukum laut dunia. Ini Bagian 2 dari 2.
▶️ Bagian 1: Benarkah Leluhur Kita Menguasai Seperempat Dunia?
• Benarkah Leluhur Kita Menguasai Seperempat...
⏱️ BAB
0:00 Pembuka: Januari 1513, laut di Malaka terbakar
1:26 Bab 5 · Siapa yang merebut simpulnya? (Malaka, Agustus 1511)
2:49 Seberapa besar jong itu?
4:27 Datang VOC
5:11 Bab 6 · Siapa menutup laut? (jawaban dari Gowa)
7:13 Raja yang menutup pelabuhan
8:03 Makassar dan Banten jatuh
9:48 Bab 7 · Apakah layar benar-benar turun?
10:37 Aturan yang ditulis di daun lontar (Amanna Gappa)
11:04 Ke Marege' bersama muson
12:19 Pinisi: lambung lama, layar baru
13:47 Bab 8 · Apa yang tersisa hari ini?
14:25 Desember 1957: kapal pergi, Deklarasi Djuanda
15:22 Dari deklarasi menjadi hukum dunia
18:04 Jawaban
⚠️ CATATAN
Cuplikan video stok dan sebagian footage bersifat ilustrasi (laut, kapal, pelabuhan, galangan), bukan rekaman tempat atau peristiwa yang disebut. Peta, rute, dan batas laut di layar bersifat skematis. Beberapa rincian masih diperdebatkan para ahli, dan di film kedua sisinya disebut.
📚 SUMBER
A. Reid (2000). Charting the Shape of Early Modern Southeast Asia. Silkworm Books / ISEAS.
M.C. Ricklefs (2008). A History of Modern Indonesia since c.1200, ed. ke-4. Palgrave Macmillan.
T. Pires, Suma Oriental (1512–15), ed. A. Cortesão (1944), jil. II. Hakluyt Society; surat F. Peres de Andrade, 22 Feb 1513, jil. I.
P.-Y. Manguin (1980). The Southeast Asian Ship: An Historical Approach. Journal of Southeast Asian Studies 11(2).
G. Knaap (2006). All About Money: Maritime Trade in Makassar and West Java, around 1775. JESHO 49(4).
L.Y. Andaya (1981). The Heritage of Arung Palakka. KITLV.
B. Sulistyo (2020). Trade and Ethnicity: Business Ethics and the Glory of Maritime Trade of the Makassar's Wajorese. JMSNI 4(2). ejournal2.undip.ac.id/index.php/jmsni/article/view/9610
C. Macknight (2013). Studying trepangers. Dalam Clark & May (ed.), Macassan History and Heritage. ANU E Press.
UNESCO (2017). Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi (No. 01197). ich.unesco.org/en/RL/pinisi-art-of-boatbuilding-in-south-sulawesi-01197
I. Kurnia (2010). Peraturan Perundang-undangan Nasional terkait dengan Penetapan Indonesia sebagai Negara Kepulauan (memuat Pengumuman Pemerintah 13 Des 1957). Jurnal Hukum Prioris 2(4). e-journal.trisakti.ac.id/index.php/prioris/article/download/341/312/638
Pemerintah RI (1985). UU No. 17/1985 tentang Pengesahan UNCLOS. peraturan.bpk.go.id/Details/46968 · Keppres No. 126/2001 tentang Hari Nusantara.
Data hari ini: Badan Informasi Geospasial (2024), Rilis Jumlah Pulau. · UNCTADstat, Maritime Profile Indonesia · FAO (2024), SOFIA 2024
🎞️ KREDIT FOOTAGE, FOTO & PETA
Wikimedia Commons (CC BY / CC BY-SA): Andreas Sihono (BY-SA 3.0) · CEphoto, Uwe Aranas (BY-SA 3.0) · Nicolaas de Graaf (BY-SA 4.0) · Gunawan Kartapranata (BY-SA 3.0) · AnsyahF (BY 4.0) · Kauko Helavuo (BY 3.0) · Zeeuwse Ankers (BY 3.0) · National Library of Australia (BY 3.0) · Fazoffic (BY 4.0) · Adam Ahmat (BY-SA 4.0) · Torbenbrinker (BY-SA 4.0) · Nick Burningham (BY 3.0) · W.G.N. van der Sleen (BY-SA 3.0) · Midori (BY 3.0) · Fikri Sulaiman (BY-SA 4.0) · Muhammad Imam Adly (BY-SA 4.0) · Yasuspade (BY-SA 4.0) · Herusutimbul (BY-SA 4.0) · Maximilian Dörrbecker & B1mbo (BY-SA 2.5) · Muthi'ah Zahra (BY 4.0) · Polygoon-Profilti / Beeld en Geluid (BY-SA 3.0) · 9 berkas tanpa nama pembuat (BY / BY-SA)
YouTube (CC BY): Speedy Potato · Your Melaka · Astrid Vos · Cinikironk · GEONESIA · Kenny Dupe · Usada Yahya · Pelayaran Rakyat Official · INFO Properti ID · INDIGO · Marco Sullivan · FarahNaira · That you didn't know!
Domain publik / CC0: Rijksmuseum · Joan Doetecum · Nuño García de Toreno · Manuel Godinho de Erédia · G.M.A. Willem Lodewijcksz · Nicolaas Witsen dan 41 lainnya.
Video stok (Lisensi Pexels): Matthias Groeneveld · utopia 36 · K · Cyriac von Czapiewski dan 18 kreator lainnya.
🎵 Musik: Event Horizon, Laniakea, Pulsar, False Vacuum Decay, Red Shift, Singularity — The Grey Room / Density & Time · Way Back Home — Simon Herody · From Here on In — Everet Almond (Koleksi Audio YouTube)
Efek suara: Waves Crashing on Rock Beach (Koleksi Audio YouTube)
✍️ Riset, naskah, dan penyuntingan: NUSANTARA.
#Nusantara #SejarahIndonesia #SejarahMaritim