Otakmu Nggak Bisa Merasakan Sakit. Terus Kenapa Kepalamu Sakit?
Gegara Id
0:00 / 0:00
Otakmu Nggak Bisa Merasakan Sakit. Terus Kenapa Kepalamu Sakit?
447 просмотров · 15 ч назад
Gegara Id
879 подписчиков
447 просмотров · 15 ч назад
Otakmu nggak punya ujung saraf sakit. Dokter bisa mengoperasi otak orang yang sedang sadar, dan dia nggak merasakan sakit di otaknya. Terus, kalau kepalamu nyut-nyutan, yang sakit itu apa?
Di video ini kita cari gegaranya satu per satu: kenapa letak sakit kepala bisa beda-beda (kanan, kiri, dahi, belakang, keliling kayak diikat), kenapa sakit kepala bisa cuma sebelah, kenapa balsem di pelipis bikin enakan, kenapa tengkuk kaku belum tentu darah tinggi, kenapa kepala kliyengan waktu berdiri, dan kenapa obat sakit kepala yang diminum terlalu sering justru bisa bikin kepala makin sering sakit.
Di akhir video ada tanda-tanda sakit kepala yang nggak boleh ditunggu.
Sakit kepalamu paling sering di mana? Tim tengkuk, atau tim pusing sebelah? Tulis di komentar.
0:00 Otakmu nggak bisa merasakan sakit
1:06 Yang sakit bukan otaknya
2:29 Kayak diikat tali
4:06 Sakit sebelah
5:51 Dahi, belakang mata, dan tengkuk
7:49 Pusing yang bukan sakit
9:23 Kebiasaan yang bikin kepala sakit
11:12 Yang nggak boleh ditunggu
Sumber:
Otak tidak punya nosiseptor; yang peka nyeri adalah selaput otak, pembuluh darah, otot, dan saraf kepala-leher; operasi otak dalam keadaan sadar (BrainFacts.org, Society for Neuroscience)
Kompleks trigeminoservikal: saraf trigeminal cabang pertama, saraf oksipital (C2-C3), dan serabut selaput otak bertemu di sumsum tulang belakang bagian atas, sehingga nyeri leher bisa terasa di dahi atau sekitar mata (Practical Neurology)
Stovner dkk. (2022), Journal of Headache and Pain: sekitar 52% populasi dunia punya gangguan sakit kepala aktif dalam setahun; sakit kepala tegang 26%; migrain 14%
WHO, lembar fakta gangguan sakit kepala: ciri migrain, sakit kepala tegang, sakit kepala klaster (kurang dari 1 per 1.000 orang dewasa, kebanyakan laki-laki), dan sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan (sakit kepala sekunder tersering)
Göbel dkk. (1996), Der Nervenarzt: uji acak tersamar ganda, 41 pasien, 164 serangan; minyak permen 10% di dahi dan pelipis tidak berbeda bermakna dengan parasetamol 1.000 mg, efek terasa setelah 15 menit
UCLA Health: perempuan sekitar 3 kali lebih sering mengalami migrain; gelombang depresi menyebar (cortical spreading depression)
Steiner dkk. (2020), Journal of Headache and Pain, GBD 2019: migrain penyebab disabilitas nomor dua di dunia dan nomor satu pada perempuan muda
Schreiber dkk. (2004), Archives of Internal Medicine: 2.991 pasien dengan "sakit kepala sinus"; 88% punya sakit kepala tipe migrain
American Heart Association: sebagian besar penderita hipertensi tidak bergejala; sakit kepala bukan cara menentukan hipertensi; krisis hipertensi 180/120 atau lebih
Survei Kesehatan Indonesia 2023 (Kemenkes): prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran 30,8% pada usia 18 tahun ke atas; yang terdiagnosis dokter jauh lebih sedikit (sekitar 8,6%)
Hipotensi ortostatik: saat berdiri, sekitar 500-1.000 ml darah berpindah ke tungkai dan perut (literatur fisiologi umum)
Juliano dan Griffiths (2004), Psychopharmacology: sakit kepala putus kafein pada sekitar 50%; mulai 12-24 jam, puncak 1-2 hari, bertahan 2-9 hari; dapat terjadi pada konsumsi sekitar 100 mg per hari
Serrador dkk. (2012), Experimental Biology: 13 orang dewasa; brain freeze disertai pelebaran cepat arteri serebri anterior, nyeri reda saat arteri menyempit
Kristoffersen dan Lundqvist (2014), Journal of Pain Research: sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan; dua pertiga sampai tiga perempat membaik setelah penghentian obat
Tanda bahaya sakit kepala (mendadak sangat hebat, tanda stroke, demam dan kaku kuduk, setelah benturan, saat hamil atau setelah melahirkan): literatur neurologi umum
Video ini untuk edukasi umum, bukan pengganti saran medis. Kalau ada tanda bahaya, langsung ke IGD atau telepon 119.
Semua ada gegaranya. Subscribe @gegaraid
#sakitkepala #pusing #gegara