Перейти к содержимому

Apa yang Terjadi di Tubuhmu Waktu Makan Pedas?

Gegara Id

0:00 / 0:00

Apa yang Terjadi di Tubuhmu Waktu Makan Pedas?

1 003 просмотра · 6 дн. назад
Gegara Id
879 подписчиков
1 003 просмотра · 6 дн. назад
Sendok pertama masih aman. Sendok ketiga, mulutmu seperti terbakar. Keringat keluar, hidung meler, mata berair. Kamu minum air banyak-banyak, tapi panasnya nggak hilang. Anehnya, besok kamu pesan lagi. Di video ini kita bongkar apa yang sebenarnya terjadi di tubuhmu waktu makan pedas: kenapa pedas itu bukan rasa, kenapa badanmu keringetan dan hidung meler, kenapa air putih nggak mempan dan minuman apa yang paling ampuh, kenapa cabai bisa pedas (dan kenapa burung kebal), kenapa kita malah ketagihan, dan benarkah pedas bikin maag. Kamu biasanya minum apa kalau kepedesan? Level pedasmu berapa? Tulis di komentar. 0:00 Tiga sendok sambal 0:44 Pedas itu bukan rasa 2:18 Badanmu ikut panik 3:12 Kenapa air nggak mempan 4:42 Kenapa cabai pedas? 6:18 Kenapa kita malah ketagihan? 7:25 Benarkah pedas bikin maag? 8:57 Penutup Sumber: NobelPrize.org, The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2021 (David Julius): kapsaisin mengaktifkan TRPV1, sensor panas yang aktif di suhu yang terasa menyakitkan HKUST Science Focus, "Understand Spiciness: A Pain but Not a Taste": TRPV1 aktif di atas sekitar 43°C; kapsaisin tidak larut di air; sensor bisa jadi kurang peka Cleveland Clinic, Gustatory Rhinitis: hidung meler saat makan, tidak berbahaya; pembuluh darah melebar seperti saat kepanasan Nolden, Lenart & Hayes (2019), Physiology & Behavior, "Putting out the fire": 72 orang, 7 minuman dingin; susu (skim hampir sama dengan full cream) dan minuman manis paling ampuh, minuman bersoda paling lemah Studi protein susu (2022), Physiology & Behavior: suhu dingin sendiri ikut menurunkan rasa terbakar Tewksbury & Nabhan (2001), Nature, "Directed deterrence by capsaicin in chillies": kapsaisin mengusir pemakan biji, tidak menghalangi burung penyebar biji Tewksbury dkk. (2008), PNAS: di Bolivia, cabai liar yang pedas lebih terlindung dari jamur Fusarium Jordt & Julius (2002), Cell; studi TRPV1 lintas spesies (Scientific Reports, 2020): sensor panas burung tidak peka kapsaisin Rozin dkk. (2013), Judgment and Decision Making, "Glad to be sad, and other examples of benign masochism" Clinical Correlations (NYU, 2020), "Do Spicy Foods Cause Peptic Ulcer Disease?": penyebab utama luka lambung adalah H. pylori dan obat antinyeri (NSAID); pedas bisa memperparah gejala dispepsia Lv dkk. (2015), BMJ, China Kadoorie Biobank: 487.375 orang, sekitar 7,2 tahun; makan pedas 6–7 hari per minggu terkait risiko kematian 14% lebih rendah (studi observasional, bukan sebab-akibat) Guinness World Records (2023): Pepper X 2.693.000 SHU; cabai rawit 50.000–100.000 SHU Wikipedia, Capsaicin: kapsaisin paling banyak di urat putih (plasenta); biji tidak memproduksi kapsaisin Wikipedia, Chili pepper: asal Amerika Tengah dan Selatan; dibawa pelaut Portugis dan Spanyol ke Asia pada abad ke-16 RRI, "Cabya, Nenek Moyang Cabai di Indonesia" (Fadly Rahman): kata cabya di prasasti dan naskah Jawa sejak abad ke-10 Video ini untuk edukasi umum, bukan pengganti saran medis. Kalau kamu punya maag atau asam lambung, kenali batasmu sendiri. Semua ada gegaranya. Subscribe @gegaraid #pedas #sambal #gegara