Перейти к содержимому

Perlawanan K.H. Zainal Musthafa: Misteri Pasukan Penyerbu Pesantren Sukamanah.

Koran Gala

0:00 / 0:00

Perlawanan K.H. Zainal Musthafa: Misteri Pasukan Penyerbu Pesantren Sukamanah.

3 204 просмотра · 4 г. назад
Koran Gala
3,82 тыс. подписчиков
3 204 просмотра · 4 г. назад
Pada hari Jumat tanggal 18 Februari 1944 versi lain menyebutnya tanggal 25 Februari 1944 K.H. Zainal Musthafa dan santrinya melakukan perlawanan terhadap penjajah Jepang yang menyerang Pesantren Sukamanah, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Satu kompi pasukan itu diperkuat dengan 10 mobil panser. Sikap Ajengan Sukamanah itu dilatarbelakangi berbagai tindakan penjajah Jepang yang sudah keterlaluan. Pertempuran yang tidak berimbang itu terjadi sore hari dan berakhir menjelang magrib. Korban jiwa berjatuhan di kedua belah pihak. Lebih banyak lagi korban di pihak Pesantren Sukamanah. K.H. Zainal Musthafa beserta puluhan pengikutnya ditangkap, disiksa, dihinakan dan diadili. Dia dan 17 pengikutnya divonis hukuman mati lalu dieksekusi pada 25 Oktober1944 di kawasan Ancol Jakarta, dikuburkan di tempat tersebut. Dalam laporannya, Jepang menyebut perlawanan itu sebagai "perlawanan sipil terbesar pertama terhadap Jepang di Jawa". Setelah makam para syuhada itu ditemukan, lalu dipindahkan ke Sukamanah pada 5 Agustus 1973. Pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada K.H. Zainal Musthafa. Untuk mengupas lebih jauh sosok dan kiprah ulama fenomenal pada zamannya itu, Iip D. Yahya berbincang di podcast apakabar.news. Iip seorang peminat sejarah dan penulis buku, yang salah satunya berjudul 'Ajengan Sukamanah Biografi K.H. Zainal Musthafa Asy-Syahid".