Alasan Anies dan Ganjar Tolak Ajakan Denny Indrayana Gugat Syarat Ijazah Gibran ke MK
Tribun Kaltim Official
0:00 / 0:00
Alasan Anies dan Ganjar Tolak Ajakan Denny Indrayana Gugat Syarat Ijazah Gibran ke MK
18 044 просмотра · 7 часов назад
Tribun Kaltim Official
950 тыс. подписчиков
18 044 просмотра · 7 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/news/11...
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana mengungkapkan upayanya mengajak Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo untuk menjadi pemohon dalam gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaklengkapan atau persoalan keabsahan ijazah SMA atau sederajat yang digunakan Gibran ketika mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.
Denny dan timnya mempermasalahkan pemenuhan syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemilu.
Mereka menilai terdapat persoalan mengenai ketentuan minimal pendidikan yang harus dipenuhi calon, yakni tamat sekolah menengah atas atau sederajat.
Dalam permohonannya, para pemohon meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Gibran sebagai calon wakil presiden.
Diskualifikasi berarti seseorang dinyatakan tidak dapat mengikuti atau melanjutkan statusnya dalam suatu proses pencalonan karena dinilai tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Selain itu, mereka meminta MK membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), membatalkan pelantikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), serta memerintahkan MPR menggelar sidang untuk memilih wakil presiden baru.
Denny mengatakan dirinya sempat menghubungi Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk bergabung sebagai pemohon.
Namun ketiganya menolak.
Sebab, mereka khawatir dianggap tidak menerima kekalahan.
Namun, Denny mengaku tidak masalah dengan itu.
Seperti diketahui Anies, Ganjar, dan Mahfud MD adalah capres dan cawapres di Pilpres 2024 lalu.
"Saya sih coba kontak, saya coba kontak Mas Anies, saya coba kontak Mas Ganjar dan Pak Mahfud, mereka bilang enggak enak lah kalau kita jadi pemohon, kan nanti dikira enggak terima kalah dan segala macam. Ya enggak apa-apa," ujarnya, Rabu (23/9/2026), dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV.
Oleh karena itu, Denny mengatakan pihaknya akhirnya menghubungi sejumlah orang yang selama ini memperjuangkan persoalan tersebut.
Salah satunya adalah seorang pegiat pendidikan Mercy Sihombing yang menggugat dokumen penyetaraan ijazah Gibran ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta karena menyoroti kejanggalan administratif pada surat keterangan itu.
Kemudian Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi yang menggugat dokumen pendidikan Gibran ke Komisi Informasi Pusat (KIP) karena menduga adanya kejanggalan pada syarat pendidikan saat pendaftaran Pilpres 2024.
"Akhirnya kami mengontak orang-orang yang selama ini memang memperjuangkan ini. Bu Mercy yang sedang menggugat PTUN, Pak Bonatua yang sudah ke KIP, Pak Subhan ke PN PTUN, Bapak-bapak Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang sudah tiga kali bersurat ke DPR. Tetapi jangankan dibalas, dibacakan saja tidak," jelasnya.
Editor: Jofan Giantirta
Uploader: Jofan Giantirta
#mahkamahkonstitusi #ijazahgibran #dennyindrayana #persidangan #aniesbaswedan #ganjarpranowo
0:00 Anies & Ganjar Tolak Ajakan Denny Indrayana
3:13 Keterangan Denny Indrayana, Rabu, 23 September 2026