Перейти к содержимому

JUWAR SOELING KOCAK, WARINGIN ANOM SUKORENO

Guest Wonosobo

0:00 / 0:00

JUWAR SOELING KOCAK, WARINGIN ANOM SUKORENO

2 771 просмотр · 2 нед. назад
Guest Wonosobo
44,4 тыс. подписчиков
2 771 просмотр · 2 нед. назад
JUWAR SOELING KOCAK, WARINGIN ANOM SUKORENO Tari Topeng Soeling (atau sering ditulis Soiling / Sok Eling) merupakan salah satu variasi atau babak pertunjukan dalam tradisi Tari Topeng Lengger Wonosobo, sebuah seni pertunjukan rakyat yang sangat populer dari daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Istilah "Soeling" dalam konteks variasi tarian ini sering dikaitkan dengan frasa filosofis bahasa Jawa "Sok Eling" yang memiliki arti "selalu ingat" atau "sering-seringlah ingat". Makna dan Filosofi Secara umum, kesenian Lengger itu sendiri sarat akan nilai-nilai religius dan petuah kehidupan. Kata "Lengger" konon merupakan kependekan dari “Elingo ngger marang Gusti Pangeran” yang berarti “Ingatlah kamu (anakku) kepada Sang Pencipta”. Babak Tari Topeng Soeling ini mempertegas pesan tersebut melalui gerakan tari agar manusia senantiasa mawas diri dan ingat akan kewajibannya kepada Tuhan serta sesama. Karakteristik Pertunjukan Tarian Berpasangan: Sama seperti pakem Lengger Wonosobo pada umumnya, pertunjukan ini merupakan tarian berpasangan. Karakter "Topeng" mewakili penari pria yang mengenakan topeng, sedangkan "Lengger" mewakili penari wanita (atau pria yang berdandan layaknya wanita dalam tradisi klasik). Cerita yang Diangkat: Pertunjukan tari ini mengisahkan tentang romansa dan pengembaraan asmara antara Panji Asmoro Bangun dan Galuh Candra Kirana. Musik Pengiring: Gerakan penari yang dinamis dan ekspresif diiringi oleh alunan musik gamelan Jawa khas Wonosobo. Musiknya memiliki tempo yang khas, kadang mendayu-dayu namun dapat berubah menjadi sangat rancak.